728x90 AdSpace

19 Februari 2016

Mutasi Terbatas Digelar Mendadak

SuaraKuningan.com - Walau mutasi adalah hal yang biasa terjadi dalam sistem pemerintahan tapi bagi pegawai yang terkena mutasi tetap ada yang beranggapan bahwa mutasi antara adil dan tidak adil, bagi yang mendapatkan kenaikan baik eselonering maupun jabatan pasti akan menyebut bahwa ini adalah adil tapi sebaliknya bagi yang terkena degradasi dan terlempar ke tempat yang jauh dari harapan pasti akan berkata ini tidak adil.

Lepas dari adil dan tidak adil bahwa mutasi adalah sesuatu hal yang biasa terjadi dalam rangka tour of duty dan tour of area, kalau ukuran kepuasan, tidak mungkin satu keputusan memuaskan semua pihak tapi sebagai abdi negara apapun yang terjadi harus tetap di terima.

Mutasi yang dilaksanakan pada hari Jum'at (19/2) menyentuh 106 pegawai dengan berbagai jabatan, dr. H. Asep S. Hermana yang menjabat sebagai direktur RSUD LINGGAJATI harus rela meninggalkan tempat tugasnya yang telah dirintisnya dari nol.

Sekarang dr. Asep harus bertukar tempat dengan dr. H. Zaenal Arifin M. Si. yang menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan.

Di tingkat Kecamatan juga terjadi  pergeseran, Dra. Eny Sukarsih, M. Si, yang telah sekian lama menduduki kursi Camat Kuningan sekarang bergeser menjadi Camat Cilimus, yang ditinggalkan Yunara. S. Sos.

Sedangkan Camat Kuningan diisi oleh  Ruslani S. Sos  yang tadinya menjadi Camat Cibingbin. Eko Yuyud Mahendra, AP. M.Si. meninggalan Jabatan Camat Sindangagung dan mendapat promosi menjadi Sekdis Komunikasi dan Informatika.

Yang paling mengejutkan dan tidak disangka-sangka nasib yang dialami oleh Nana Supriatna, S. AP. M. Si, yang menjabat Kepala Bidang Keperawatan RSUD Linggajati dengan berat hati harus rela meninggalkan dunia kesehatan yang menjadi basic pendidikannya dan sekarang menjadi Sekretaris Kecamatan Mandirancan. Sedangkan tempat yang ditinggalannya diisi oleh dr. H. Edi Martopo. MARS. Yang tadinya menjabat Kasi Pelayanan Medis di tempat yang sama.

Di BRSUD 45 Kuningan ada sedikit penyegaran dengan bergesernya beberapa Pejabat, seperti H. Ero Juhara. AMK, SAP. harus rela meninggalkan RSUD 45 dan berpindah ke Dinas Kesehatan dan  berpindah ke Dinas Kesehatan dengan menduduki Kabid Pelayanan Kesehatan, sedangkan tempat yang ditinggalkannya di isi oleh H. Nono Supriatna S. Sos. M. Si.
Yang tadinya menjabat Kabid Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dan sekarang jabatan tersebut diisi oleh Anas, S. Sos. Sedangkan tempat bekas Anas di isi oleh Farid Rubana. SE. yang tadinya menjabat Kabid Pemberdayaan UKM pada Dinas Koperasi dan UKM.

Di Dinas Perhubungan ada Dua pejabat yang terkena mutasi yaitu Nono Darsono SE. Yang menjabat Kepala UPTD Terminal terpaksa harus pindah ke tempat barunya sebagai Kasi Kesra, Kecamatan Cilimus. Sedangkan jabatan Kepala UPTD terminal diganti oleh Suharnap. S.Pd. Yang tadinya menjabat Kasi Penunjang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan. Tempat yang ditinggalkan Manap di isi oleh pendatang baru Diding Wahyudin S. Pd. Yang sebelumnya menjabat Kasi Pemerintahan Kecamatan Maleber. (Jon's)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Mutasi Terbatas Digelar Mendadak Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan