728x90 AdSpace

7 April 2016

Rani, Sang Pelukis

SuaraKuningan.com - Kurang lebih sudah 2 bulan saya berada di daerah penempatan yang merupakan program dari Sekolah Guru Indonesia Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa yaitu program pendampingan Sekolah Literasi Indonesia. Sekolah yang didampingi yaitu MI Al-Ikhlas yang bertempat di Kampung Gunung Putri desa Sukatani Kecamatan Pacet kabupaten Cianjur.

Selain mendampingi kepala sekolah, salah satu tugas saya selama menjadi Guru Konsultan adalah membuat kelas model. Kelas model adalah kelas yang akan jadi percontohan bagi kelas-kelas lainnya, dan kelas 3B yang menjadi kelas model.

Kebersamaan mereka selalu saya tumbuhkan agar kami salaing mengenal satu sama lain lebih dekat. Saya sebagai guru harus mengetahui bagaimana pola belajar mereka, keinginan mereka, dunia mereka, karakter mereka, juga bakat mereka. Makanya seringnya saya ajak mereka duduk bersama dilantai, kita berbagi, kita curhat, dan kita saling mengingatkan kebersamaan dan kekompakaan yang harus tumbuh dianatara kami.

Termenung sekaligus bangga ketika melihat salah satu siswa saya yang pandai menggambar. Rani Hanifah namanya. Dia yang awal-awal belum saya ketahui bakatnya dimana, sekarang sudak saya temukan.

Perempuan yang berusia 10 tahun ini, siswa yang cukup pendiam di dalam kelas ketika saya mulai mengajar di kelas 3B ini. Dengan beriringnya waktu, kebersamaan yang saya buat dengan siswa-siswa saya di kelas 3B membuat saya perlahan semakin dekat dengan mereka.

Akhir-akhir ini saya sering mengajak siswa untuk menghias ruang kelas dengan membuat display kelas ketika pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK), terlihat jelas Rani sangat pandai menggambar. Gambarnya yang rapi, kreatif, dan imajinasinya yang dapat tertuang dengan indah kedalam sebuah gambar. Terlihat nyata gambar yang dibuatnya. Hal ini memerlukan keterampilan yang luar biasa, dan saya bangga terhadap Rani dengan usianya yang masih anak-anak.

Setelah saya analisis, Rani ternyata bukan siswa yang pendiam, namun dia hanya perlu untuk dimotivasi dan diberikan waktu dan kesempatan, karena ketika disuruh mengerjakan tugas dia dapat menyelesaikannya dengan baik. Dia butuh waktu untuk beradaptasi.

Sekarang, dia menjadi siswa yang ceria, terampil, dan baik hati. Hasil-hasil gambarnya membuat saya ingin membawanya ke rumah, namun ini hail karya siswa yang harus bisa dirasakan keindahannya oleh yang lainnya, makanya saya pajang gambar-gambarnya itu.  Tidak bermaksud untuk membeda-bedakan, namun untuk memotivasi yang lainnya supaya lebih baik lagi dalam menggambar.

Setelah saya tanyakan, ternyata Rani ingin menjadi seorang pelukis. Ya, sesuia dengan bakatnya. Semoga kelak dia akan menjadi pelukis yang handal.***

Benning Rizahra (Kuningan, Jawa Barat)
Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia  Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Rani, Sang Pelukis Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan