728x90 AdSpace

27 Oktober 2018

Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (5)

Seri Tulisan. “Ketika Hati Harus Memilih (KHHM)” merupakan tulisan bersambung.

Sebelumnya:
Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (1)
Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (2)
Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (3)
Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (4)

Oleh: Kang Iman
(DR. Iman Subasman (@imansubasman). Pengurus ICMI Kuningan dan Peneliti Puspamdik (Pusat Studi Pengembangan Mutu Pendidikan ) 

" Jangan habiskan energimu, untuk mengomentari hal yang tidak ada relevansinya dengan tanggungjawabmu " 

Kehidupan manusia adalah rangkaian momentum dalam hidupnya yang silih berganti dari momentum yang satu berjalan ke momentum berikutnya. Sebagai sebuah rangkaian kehidupan, maka satu momentum akan saling terkait antara momentum satu dengan lainya. Kebebasan memilih momentum yang didasari oleh kecerdasan akal dan kejernihan dalam bersikap akan mencerminkan arah yang sedang dituju oleh masing-masing pribadi.

Melalui arah akal dan hatinya, pilihan-pilihan keadaan itu terwujud menjadi sebuah momentum. Dua hal penting dalam mewujudkan momentum adalah kehendak, waktu dan kesempatan. Kehendak selalu ada dalam benak kita, selalu mengalir menjadi alternatif-alternatif dalam memilih kesempatan. Kini kesempatan untuk berkehendak semakin menjadi tantangan setelah terbukanya teknologi informasi. Adanya teknologi informasi maka sekat-sekat pribadi mudah lebur, menjadi ruang sosial yang sangat komplek.

Kesempatan anda untuk berbicara melalui lisan dan tulisan semakin terbuka luas dalam kondisi apapun. Bagi para pecinta medsos keadaan ini akan semakin terasa dan nyata. Lontaran, ungkapan, infomasi sangat deras menghampiri pribadi kita dalam keadaan apapun. Jika tak punya kekuatan dan kecerdasan memilih , pikiran dan lisan ini seakan dikendalikan medsos.

Tidak semua hidup ini harus mengambil tanggungjawab sosial tetapi cukup fokus dengan tanggungjawabmu saja. Seringkali juga, mengetahui banyak hal yang tidak ada relevansi dengan tanggungjawab kita hanya akan membebani pikiran kita. Jika anda sedang menempuh perjalanan untuk cita-cita yang besar, waspadalah godaan mengomentasi hal yang tidak ada relevansi dengan momentum besar dalam hidup yang sedang anda inginkan. Jangan membuang waktu-waktu berharga untuk mengomentari hal-hal yang tidak perlu dan tidak ada relevansinya dengan tanggungjawabmu.

Waktumu sangat berharga untuk sebuah momentum besar yang jadi cita-cita sedangkan godaan mengomentari hal yang tidak jelas (gosip, hoax ) hanya akan mengganggu fokus dan momentummu. Berpikir tentang mencapai impian-impian besar jauh lebih berharga dibandingkan dengan mengomentasi hal-hal yang tidak relevan dengan hidup anda. Sobat, terlalu mulia dirimu jika hanya untuk mengomentasi gosip hoax.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (5) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan