728x90 AdSpace

17 November 2018

Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (8)

Seri Tulisan. “Ketika Hati Harus Memilih (KHHM)” merupakan tulisan bersambung.
Sebelumnya: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (7)

Oleh: Kang Iman
(DR. Iman Subasman (@imansubasman). Pengurus ICMI Kuningan dan Peneliti Puspamdik (Pusat Studi Pengembangan Mutu Pendidikan )

"Toleransilah pada masa lalu mu agar tak bahagiamu hari ini"

Hidup memang menghadirkan misteri, bukan untuk diungkap segala misteri itu tapi untuk menjadi sebuah refleksi atas apapun yang menimpa kehidupan ini. Betapa indah dan luas nilai kehidupan ini, sekaligus menyadarkan diri kita atas banyak hal yang tidak kita ketahui. Pengakuan dan kesadaran itu akan menambah nilai kita pada Sang Maha Pencipta seluruh kehidupan alam jagat raya ini. Semoga dalam tahanuts (perenungan) kita bisa menyadari, bahwa kita ini makhluk yang sangat kecil.

Perasaan kekerdilan diri dihadapan kuasaNya adalah kesantunan mahkluk yang harus senantiasa ditumbuhkan dan dipertahankan oleh berbagai macam ketundukkan lainnya.Namun, semua yang kita lakukan itu jangan dianggap akan mengurangi bahagia, kesenangan dan harapan masa depan. Allah SWT senang dengan kebahagiaan karena ketundukan kita padaNya. Ia akan ganti semua yang kamu tinggalkan karenaNya dengan berbagai macam kebaikan untukmu.

Hari ini adalah bahagiamu, sudah sepantasnya juga dirimu berbahagia atas berbagai kenikmatan yang Allah berikan padamu, terutama nikmat penciptaan, nikmat pemeliharaan diri kita dan juga nikmat menjadi ummatNya. Bahagiakan hari ini untukmu dengan ketaatan padaNya, karena esok masih misteri untukmu. Sukseskan hari ini agar dirimu mampu optimis menghadapi hari esok dengan keceriaan dan hati yang penuh ketundukkan.

Hari ini adalah hari yang akan kita tinggalkan selama-lamanya, takan pernah kita jumpai lagi hari ini, sampai kita menemuiNya akhirat sana. Tinggalkanlah hari kesan yang baik dan hikmah yang besar untuk esok hari, berikan ia kenangan indah agar ia menemui kita kelak membawa kembali segala keindahan hari ini.

Adapun kemarin, telah menjadi kenangan yang tak pernah akan kembali. Mereka telah jejak-jejak sejarah kita sebagai hamba, sebuah momentum yang merekam segala peristiwa tentang diri kita untuk dihadirkannya kembali kepada kita. Perbaiki hari yang lalu dengan memperbaiki hari ini dan jangan biarkan hari lalumu menjadi sandungan untuk bahagiamu hari ini. Hari ini adalah hari bahagiamu, ceriamu, ketundukanmu sekaligus menjadi penantian abadi untukNya.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (8) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan