728x90 AdSpace

20 Januari 2019

Artikel “Mengendalikan” TV dan Gadget Sebagai Guru Moral


Apa Yang Dapat Dilakukan Keluarga Dan Sekolah Dalam Membentuk Nilai Integritas? 

Oleh: Prahma Wulan Aristi (PGSD Uniku)

suarakuningan.com - Pada zaman sekarang perkembangan teknologi semakin pesat. Pergaulan anak zaman sekarangpun akan berbeda dengan anak pada zaman dulu (sebelum berkembangnya teknologi). Anak pada zaman dulu sebelum mengenal televisi atau gadget, mereka bermain sesuai dengan usianya. Permainan tradisional masih digunakan, serta anak banyak berinteraksi dengan teman-temannya bukan sibuk bermain gadget saja. 

Perkembangan anak sesuai dengan usianya. Seperti yang dikatakan oleh Piaget bahwa ada empat tahap perkembangan kognitif anak yaitu tahap sensori-motorik usia 0-2 tahun, tahap pra operasional usia 2-7 tahun, tahap operasional konkrit usia 7-11 tahun dan tahap operasional formal mulai pada usia 11 tahun.

Mengendalikan tontonan dan pergaulan anak merupakan suatu keharusan bagi orang tua, agar anak mengetahui mana hal yang baik dan mana hal yang kurang baik. Di tambah lagi dengan berkembangnya teknologi. Dari usia balita anak sudah dikenalkan dengan gadget. Maka anak Sekolah Dasar (SD) pada zaman sekarang sangat ahli sekali dalam menggunakan gadget tersebut. Orang tua sudah memfasilitasi anaknya dengan barang yang namanya gadget.

Ketika anak di rumah pun seharusnya orang tua harus bisa mengendalikan tontonan televisi yang ditonton anak. Dimana perkembangan anak pada usia Sekolah Dasar (SD) merupakan fase dimana anak belajar dari apa yang mereka lihat serta hal yang ada di sekelilingnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Piaget bahwa perkembangan anak pada usia 7-11 tahun yaitu berpikirnya secara konkrit atau nyata. Kurangya pengendalian orang tua dalam memberikan tontonan atau memfasilitasi anak dengan gadget, akan membentuk anak kurang memiliki nilai integritas.

Keluarga merupakan madrasah utama bagi anak, sebelum nantinya anak akan bersekolah. Peran orang tua dalam membentuk perilaku yang berintegritas sangatlah penting. Orang tua harusnya menjadi orang pertama yang bisa menjadi teladan bagi anaknya.

Bahkan tontonan ditelevisi pun dapat menjadi teladan bagi anak. Tetapi sekarang banyak artis-artis yang biasa ditonton oleh anak ditelevisi, bahkan anak mengidolakannya menjadi suatu hal yang sangat berbahaya. Bukankah artis itu seharusnya menjadi orang yang bisa diteladani atau orang yang bisa memberikan hal positif bagi para penontonnya?.

Tetapi sekarang, hal tersebut sangatlah jauh dari harapan. Sebagian artis banyak yang terlibat dalam kasus yang sangat tidak baik jika ditonton oleh anak-anak. Dimana ada banyak artis yang terlibat kasus, seperti narkoba, dan yang sekarang sedang marak yaitu prostitusi online. Moral dan keimanan yang kurang membuat seseorang tidak bisa mengendalikan perbuatannya. Moral merupakan suatu perilaku atau tindakan yang memiliki nilai positif. Dengan seseorang memiliki suatu moral, maka manusia tersebut dapat mengendalikan perbuatannnya dan berpikir setiap kali akan bertindak atau berkata.

Selain dirumah, anak juga butuh bimbingan dari seorang guru dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sekarang semakin berkembang.  Ketika usia SD anak akan mengikuti apa yang dikatakan oleh gurunya. Seperti pepatah mengatakan guru itu digugu dan ditiru. Menjadi seorang guru harusnya menjadi teladan atau contoh bagi siswa siswinya. 

Perkembangan teknologi akan membuat anak berkembang secara cepat. Sebagai seorang guru juga harus bisa mengikuti perkembangan teknologi tersebut agar jika ada anak yang bertanya, maka guru bisa menjawabnya. Seperti yang terdapat di suatu sekolah yang saya pernah observasi, disana terdapat seorang guru yang mampu mengendalikan anak dalam menggunakan gadget. Guru memperbolehkan anak membawa gadget atau handpone ke sekolah dengan syarat yang jelas. Guru tersebut memanfaatkan teknologi (gadget) untuk proses pembelajaran.

Salah satunya terdapat youtobe anak dan English Day, dimana guru dan siswa terlibat didalamnya. Contohnya guru dan siswa melakukan drama menggunakan bahasa internasional (Inggris) yang nantinya akan diupload ke youtobe. Pembelajaran dengan melibatkan perkembangan teknologi anak membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Bimbingan dari keluarga (orang tua) dan sekolah dalam mendidik dan membentuk nilai karakter integritas anak sangatlah penting. Dimana orang tua dan guru harus bisa menjadi teladan bagi anak dalam melakukan suatu perbuatan yang positif. Orang tua dan guru harus bisa saling bekerjasama dalam membentuk suatu karakter anak yang nantinya akan dibawa sampai mereka besar.

Orang tua mendidik, mengawasi, dan membimbing anak ketika di rumah dan guru melakukannya di sekolah. Kecanduan gadget dan kurangnya kendali dalam menonton televisi dapat membentuk anak menjadi pribadi yang individualisme.

Ada di suatu daerah, dimana di situ terdapat sekelompok anak yang setiap malam menghabiskan waktu untuk bermain gadget. Mereka berkelompok tapi tidak ada komunikasi atau obrolan, mereka hanya sibuk dengan gadgetnya masing-masing.

Mereka sampai lupa waktu (sholat, belajar, bahkan istirahat) dan orang tua membiarkan hal tersebut. Kurangnya perhatian orang tua kepada anak akan membuat anak membangkangnya. Gadget bukan lagi menjadi barang yang asing untuk digunakan oleh anak-anak pada zaman sekarang. Gadget bisa menjadi suatu ancaman bagi anak jika tidak ada pengendalian dari orang tua dalam menggunakan gadget tersebut.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Artikel “Mengendalikan” TV dan Gadget Sebagai Guru Moral Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan