728x90 AdSpace

23 Maret 2019

Artikel: Perspektif Sociocultural Dalam Mendorong Perkembangan Kognitif

0leh: Dr. I Hadijah, M.Pd

suarakuningan - Aspek kebudayaan memiliki pengaruh yang besar dalam proses perkembangan kognitif manusia di kehidupan sosial kemasyarakatan. Sebuah teori perkembangan dari Vygotsky menekankan pentingnya masyarakat dan budayanya. Dalam mendorong pertumbuhan kognitif.

Ormrod, 2008:55-66 dalam Supardan, 2015: 244. Pada hakekatnya manusia memang berkembang tidak hanya secara sosial dan biologis saja namun menyangkut juga berbagai aspek baik yang bersifat cultural maupun yang berkaitan dengan fungsi-fungsi yang bersifat psycologis.

Aspek Kognitif secara komprehensif mencakup serangkaian ide-ide dan pernyataan  yang bersifat logis tentang berbagai pengalaman dan peristiwa budaya. Hal ini disebabkan karena kemampuan kognitif seseorang sangat terkait dengan kemampuannya dalam menterjemahkan tanda-tanda (sign) atau simbol-simbol yang terdapat dalam kehidupan sosial budaya.

Proses interaksi yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari akan menimbulkan sebuah makna (meaning) berdasarkan kehidupan tanda-tanda (sign) melalui pemahaman objek-objek secara visual dari berbagai pengalaman dan peristiwa.

Objek nyata (real) sebagai sebuah tanda (sign) dan peristiwa pada akhirnya akan menimbulkan berbagai pengalaman dan mekanisme proses pembentukan tingkat kognitif manusia dalam kehidupan sosial kemasyarakatan Peran unsur sociocultural sebagai sebuah perspektif hendaknya berjalan secara seimbang antara faktor internal (individu) dan faktor eksternal (lingkungan).

Fungsi kognitif seseorang akan terus terbentuk melalui interaksi sosial masing-masing individu dengan menggunakan acuan unsur kebudayaan sebagai sebuah zona proximal development.

Hal ini menunjukkan sebuah tatanan perilaku individu secara tipikal dalam rangka mengukur kemampuan kognitifa seseorang melalui berbagi perbedaan dari satu budaya dengan budaya lainnya.
Proses ini dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain:
Dokumentasi I. Hadijah
1. Terbiasa melakukan kolaburasi dalam setiap melakukan aktifitas sosial (social activity). Artinya bahwa setiap tindakan (action) dapat dilakukan antar individu melalui kerjasama. Disinilah ruang untuk saling berkolaburasi antar individu akan muncul melalui pengalaman berupa kemampuan individu dalam konteks aktivitas sosial.


2. Melakukan sharring atau meminta pandangan tentang aktifitas sosial budaya  yang akan dan telah dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah sosial kemasyarakatan.

Ibu Atu Dewi Kanti
Dokumentasi I. Hadijah
3. Setiap tindakan (action) harus dibangun berdasarkan peristiwa-peristiwa objektif bukan
hanya sekedar imajinatif.

4. Pengalaman dapat dijadikan dasar pemikiran dan realisasi kognitif dengan tetap bertumpu pada perspektif sosial budaya.
Dengan meningkatnya pemahaman tentang aspek sociocultural dn pekembangan kognitif maka diharapkan pula akan dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam memahami dan melakukan tindakan-tindakan untuk senantiasa menghargai peran kebudayaan.




Karena dengan adanya aspek kebudayaan akan aterus mengarahkan dn memberi rambu-rambu pada kita untuk memahami kemampuan berfikir yang logis dan terus berupaya memastikan berlangsungnya hidup dengan asumsi-asumsi sumber daya hidup dan kebudayaan masing-masing.***

Tentang penulis: Dilahirkan di Kuningan Jawa Barat pada Tahun 1978. Alumni Program Doktoral Pendidikan Seni S3 Univesitas Negeri Semarang. Sebagai PNS Guru Pendidikan Seni di SMAN 2 Kuningan, sebagai narasumber seminar Nasional dan Internasional bidang seni dan kebudayaan serta aktif menulis journal nasional dan internasional, buku, dan artikel di media online suarakuningan dn tabloid PGRI Kab. Kuningan

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Artikel: Perspektif Sociocultural Dalam Mendorong Perkembangan Kognitif Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan