728x90 AdSpace

Update
7 April 2020

Perempuan Peduli Perempuan di Tengah Wabah Corona



suarakuningan - Puluhan perempuan tersentuh melihat akibat dari pendemi korona ini menyebabkan masyarakat banyak yang tidak bisa berjualan dan bekerja, terutama para perempuan perkasa yang pendapatan sehari-harinya hanya cukup untuk makan saja.

Maka dari itu Puluhan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perempuan (GPP), pada Selasa (7/4), bergerak menyisir perempuan tangguh yang terdampak Covid-19 dengan bantuan sembako dan masker.

Sekitar pukul 08.30 wib, perempuan-perempuan aktifis tersebut mengawali pemberian bantuan kepada ibu Cicih (60 tahun), pedagang lotek di seputar Perumahan Cijoho, dan dilanjut ke pedagang sorabi di Desa Sindangsari Kecamatan Sindangagung, kemudian ke buruh bungkus ketupat di Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan dan 27 lokasi lainnya.

"Tos sababaraha dinten teu tiasa icalan, da teu kengingeun ku kelurahana. Maksa bade icalan oge da teu aya nu meserna, sepi (sudah beberapa hari ini tidak bisa jualan, karena dilarang oleh Kelurahan. Mau maksa jualan juga tidak ada yang membelinya, sepi," ujar Cicih.

Untuk itu, Gerakan Peduli Perempuan memberikan paket sembako yang berisi beras 7 kg, minyak 1 kg, terigu 1 kg dan telur ayam 1 kg. "Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa meringankan beban mereka karena dipastikan pekerjaan mereka, ibu-ibu yang setiap hari bekerja mencari rupiah berhenti akibat Covid-19 ini," ujar Koordinator GPP, Ade Joko didampingi Any Saptarini , Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kuningan, dan beberapa aktivis perempuan lainnua.

30 perempuan yang dikunjungi tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Luragung, Kadugede, Cidahu, Kuningan. Mereka semua perempuan yang sebagian besar menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari ekonomi. Akibat Pendemi Corona , mereka terpaksa berhenti berdagang dan bekerja , kendati pekerjaan mereka dilakukannya di siang hari. 

"Haturnuhun tina bantosana. Bantosan ieu katampi pisan, da tos saminggu abdi teu ngadamelan urung kupat da sepi pisan (terimakasih atas bantuannya. Bantuan ini sangat berarti, karena sudah seminggu Saya tidak membuat bungkus kupat, sepi sekali)," papar Ibu Nani (70th), warga Winduhaji yang hidup tanpa suami dan harus ikut menafkahi cucunya itu.

Ibu Nani menjelaskan pendapatannya dalam sehari tak lebih dari Rp. 15 ribu, dalam sehari cukup untuk membeli beras, namun dengan pendemi korona ia pun turur merasakan dampaknya. Selain itu beberapa program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan dan lainnya ia sering luput dari sorotan pemerintan.

Sementara itu, yang tergabung di GPP ini kebanyakan perempuan yang peduli dan aktif di berbagai organisasi, seperti ada dosen Uniku, Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Karang Taruna, Jaga Pelita, Wartawati dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan aktifis lainnya.

GPP berharap pihak lain pun tergerak untuk bisa peduli terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Karena dengan kebijakan pemerintah menerapkan bekerja di rumah dan karantina wilayah berdampak sekali terhadap perputaran ekonomi, terutama para pedagang kecil yang hanya mengandalkan dari hasil jualannya, dan jika tidak berjualan benar-benar tidak mendapatkan penghasilan.(humas GPP/red)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Perempuan Peduli Perempuan di Tengah Wabah Corona Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan