Oleh
Asep Kamaludin, S.IP *)
Tak terasa dalam hitungan hari lagi, seluruh umat muslim di dunia akan memasuki salah satu bulan paling mulia yakni bulan Ramadan. Ini pertanda bahwa sebentar lagi umat muslim akan melaksanakan salah satu rukun Islam yang ketiga, yakni puasa Ramadan.
Menyambut bulan yang istimewa dan penuh berkah, tentunya harus dengan persiapan yang matang juga agar bulan Ramadan kali ini tidak berakhir sia-sia.
Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang mulia dan penuh berkah. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Pada bulan Ramadan ini juga terdapat satu malam yang sangat istimewa yakni malam lailatul qodar yang lebih baik daripada seribu bulan.
Hal ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Abbas RA:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ketika bulan Ramadan telah tiba, Nabi Muhammad saw bersabda: Ramadan telah datang pada kalian, yakni bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa. Pada bulan ini pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan.
Bulan Ramadhan adalah momen yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan, Ramadhan menawarkan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Agar dapat memaksimalkan manfaat dari bulan suci ini, diperlukan persiapan diri menyambut bulan Ramadhan yang matang dan terencana. Dengan persiapan yang baik, kita dapat menjalani ibadah puasa dan amalan lainnya dengan lebih khusyuk dan optimal.
Berikut beberapa hal yang bisa disiapkan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Pertama, ialah rasa syukur. Rasa syukur karena pada tahun ini masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadan. Hal ini merupakan tanda bahwa Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk senantiasa memperbanyak amal ibadah dan mengurangi perbuatan maksiat.
Kedua, niat dengan hati yang mantap. Dengan harapan agar bulan Ramadan kali ini dipenuhi dengan hal-hal baik. Selain itu, juga doa agar pada bulan ini, senantiasa dijadikan sebagai orang yang istiqomah dalam melakukan hal-hal baik karena ibadah dan amalan pada bulan ini akan dilipatgandakan dari bulan selain Ramadan.
Ketiga, segera melunasi hutang puasa yang pernah ditinggalkan karena udzur. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadan, kita masih memiliki hutang dengan Ramadan tahun lalu.
Keempat, memperdalam ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan puasa Ramadan. Bisa dimulai dengan mempelajari apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan selama puasa Ramadan. Hal-hal apa saja yang membatalkan puasa, kesunahan-kesunahan selama puasa Ramadan sehingga bulan Ramadan benar-benar menjadi berkah.
Kelima, mulai membiasakan diri untuk membaca al-Quran. Bulan Ramadan dikenal juga dengan bulan al-Quran. Hal ini tentu tak lepas dari tradisi tadarus al-Quran yang ada di setiap mushola atau masjid selama bulan Ramadan. Membaca al-Quran pada bulan Ramadan pun memiliki nilai pahala yang lebih besar daripada pada bulan-bulan lain. Untuk bisa mengkhatamkan al-Quran pada bulan Ramadan, perlu pembiasaan sedini mungkin, sehingga ketika memasuki bulan Ramadan, seorang muslim sudah terbiasa untuk membaca al-Quran.
*) Penulis adalah Kasi Kesra Kelurahan Kuningan
0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.