728x90 AdSpace

10 November 2018

Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (7)

Seri Tulisan. “Ketika Hati Harus Memilih (KHHM)” merupakan tulisan bersambung.
Sebelumnya: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (6)

Oleh: Kang Iman
(DR. Iman Subasman (@imansubasman). Pengurus ICMI Kuningan dan Peneliti Puspamdik (Pusat Studi Pengembangan Mutu Pendidikan )

"Terlalu mulia diri anda jika harus iri hati, karena anda pun sudah memiliki segala yang dibutuhkan"

Kelapangan hati menjadi pondasi untuk mendapatkan dan merasakan kebahagiaan. Orang -orang yang memiliki kelapangan hati selalu punya cara dan dalil yang membuatkan bisa berpikir positif, mampu memberikan makna dalam setiap peristiwa dan juga sanggup memperlolah pelajaran dalam kondisi apapun.

Kemampuan menata hati untuk selalu bersih dari ancaman buruknya penyakit hati menjadi anugrah bagi para pemiliknya. Ia begitu agung dan sempurna dalam penerimaan kehidupannya serta memberikan ruang kedamaian bagi lingkungan sekitarnya. Kita semua diberikan kesempatan untuk merasakan keadaan itu dengan berbagai macam cara yang mampu kita lakukan. Teruslah berjuang dengan ketaatanmu karena ia mengundang rahmat ke dalam dalam hatimu.

Segenap kebersihan hatimu akan menjadi corak tersendiri bagi kehidupanmu bahkan bagi diri kita sendiri. Kita bisa rasakan perbedaan yang sangat besar saat hati kita merasa lapang dan saat hati kita merasa sempit. Dalam kondisi hati ini bening kita bisa melihat berbagai persoalan itu menjadi sederhana, dan terbukalah pikiran untuk menyelesaikannya. Namun adakalanya kita merasakan hati kita yang sempit dan seakan masalah yang ada begitu berat sehingga kita merasakan beban hidup yang sangat berat.

Kini, mulailah kita sama-sama belajar untuk memandang diri kita sebagai manusia yang disebut oleh Allah SWT sebagai makhluknya yang sempurna. Sempurna penciptaannya,sempurna bimbingan sempurna juga dengan kasih dan sayangNya. Saat kita tak mampu melihat bagaimana kesempurnaan ciptaanNya dalam diri kita, sebenarnya kita sedang mendapati hati yang kelabu.

Diantara yang membuat hati ini menjadi kelabu adalah kesibukan hati memikirkan aib orang lain , kemudian menjulur menjadi ghibah, gosip dll. Kesibukannya dalam memikirkan aib orang lain berakhir dengan terlupakannya aib sendiri, lupa dengan bahaya menyebarkan aib dan pada saat yang sama berkuranglah rasa kebahagiaan kita karena kitapun (secara tak sadar ) telah menghilangkan kebahagiaan orang lain.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (7) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan