Iklan Google 728

18 November 2019

Ngasuh, Ngasah dan Ngasih

oleh : Coach Ari (Trainer Amco / Leadership Trainer / Konsultan Permasalahan Remaja / Trainer Muda Kuningan/ Mahasiswa Magister Manajemen UNIKU

Jika Anda mendengar kabar duka tentang meninggalnya seseorang,  apa yang Anda rasakan? Biasa saja atau ada sesuatu yang Anda khawatirkan dengan mendengar atau melihat kabar duka tersebut?

Jika Anda merasa biasa saja, tidak ada respon yang berarti ketika mendengar atau melihat kabar duka tersebut, bisa jadi ada masalah dengan hati Anda. Kenapa? Karena bisa jadi hati Anda terdapat karat sehingga tidak peka terhadap nasihat. Nasihat? Ya, kematian adalah nasihat bagi orang yang masih hidup, nasihat yang tidak diucapkan tapi sangat bisa dirasakan oleh orang yang melihat atau mendengarnya. 

Karena di dalam kematian seseorang, tersirat pesan yang jika diucapkan akan berbunyi seperti ini, "wahai manusia yang masih hidup, lihatlah sekarang saya sudah meninggal dunia. Dunia saya tinggalkan. Cepat atau lambat, akan datang giliranmu, maka bersiaplah".

Kurang lebih seperti itulah pesan yang bisa diterima oleh orang yang peka dengan adanya kabar duka. Jika hati Anda peka, maka setiap berita duka akan membuat dirinya lebih termotivasi untuk memperbanyak kebaikan dengan tujuan mendapat ridho Alloh semata.

Oleh karena itu, menurut saya ada 3 cara agar kita tetap terjaga dan melakukan sesuatu hanya karena Alloh semata, yaitu:

1. Ngasuh, dalam bahasa Indonesia berarti menjaga, mendidik, dan membimbing orang lain. Baik anak sendiri atau anak orang lain. Tapi yang pertama kali harus diasuh adalah diri sendiri. Jika diri sendiri sudah diasuh, maka akan mudah mengasuh orang lain. 

2. Ngasah, dalam bahasa Indonesia berarti mempertajam. Yaitu, mempertajam ilmu dengan senantiasa belajar, baik secara langsung dengan mengikuti pelatihan, seminar, dan sejenisnya atau secara tidak langsung dengan membaca buku, membaca artikel, melihat dan mendengarkan video yang baik, dan sejenisnya.

3. Ngasih, dalam bahas Indonesia berarti memberi. Dalam hal ini bukan hanya memberi materi berbentuk uang atau barang, tapi bisa berbentuk memberikan tenaga, ilmu, atau yang sejenisnya.

Jika ketiga hal di atas bisa dilakukan secara konsisten, maka Insya Alloh kapanpun Anda meninggal dunia, Anda akan meninggal dalam kondisi yang baik karena sudah berusaha meninggalkan kesan yang terbaik selama Anda hidup di dunia.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ngasuh, Ngasah dan Ngasih Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan