728x90 AdSpace


 

Update
29 April 2021

Mengapa Kita harus Bersabar?

Oleh : Sulaeman

Sering kita mendengar ungkapan bahwa “orang sabar kekasih Tuhan”, bahkan dalam Al-Qur’an kata sabar diungkapkan sampai 85 kali. Hal ini tentu menunjukan betapa pentingnya kita harus bersabar, sebab tidak mungkin Allah mengulang-ulang perintah untuk bersabar sampai 85 kali kalau memang tidak ada hal yang prinsif dalam bersabar. Lalu yang menjadi pertanyaan kenapa sih kita harus bersabar ?
Dalam menjalani kehidupan ini tentu kita akan dihadapakan dengan berbagai cobaan yang datang terus silih berganti baik cobaan yang dirasakan ringan maupun berat, namun tidak semua diantara kita memiliki kemampuan untuk menghadapinya dengan kuat. Terkadang, keinginan untuk menyerah begitu kuat. Mungkin ada yang pernah merasakan atau mengalami kondisi dimana beban hidup serasa begitu berat bahkan serasa langit mau runtuh. Ketika melakukan ini salah, melakukan itu salah, melukan ini gagal melakukan itu gagal, orang sunda bilang nete semplek nincak sempak. Tentunya dalam kondisi seperti ini dibutuhkan adanya sesuatu yang bisa merubah mindset maupun perasaan. Dalam kesempatan ini, saya mengutif pendapat Hamas Nurhan tentang pentingnya kita bersikap sabar, menurutnya:
Pertama : Ketika kita selalu melibatkan kesabaran disegala masalah, maka tidak menutup kemungkinan ketenangan akan menemani. Kita tidak akan mudah panik meskipun masalah yang datang cukup besar dan silih berganti. Hal itu dapat menjadi keuntungan untuk kita  karena mungkin otak yang stres juga tidak akan kita rasakan. Menurutnya kesabaran memiliki pengaruh kuat terhadap ketenangan hati seseorang. Semua yang kita butuhkan hanyalah ketenangan. Yang menjadikan kita merasa sulit keluar dari zona masalah hanyalah kepanikan belaka. 
Ke-dua: Ketiaka penyakit hati menghampiri kita, baik itu dendam, iri dengan nasib orang lain, galau dengan hubungan yang tidak harmoni, gelisah karena minimnya finansial menghadapi lebaran dan lain-lain, tentunya hanya kesabaranlah yang paling tepat mengatasinya. Memang bukanlah hal yang mudah bersikap sabar dalam kondisi demikian, namun yakinlah itu yang terbaik untuk menghindar dari efek negative yang bisa saja muncul dikemudian hari, jika kita melakukan tindakan/memutuskan sesuatu dalam kondisi hati sedang tidak baik boleh jadi hanyalah penyesalan yang akan kita rasakan dikemudian hari.
Ke-tiga : Sikap mengeluh dalam menghadapi masalah hanyalah akan memperparah suasana hati, yang pasti masalah tidak akan hilang dengan mengeluh. Dalam kondisi sedang banyak masalah sebenarnya kita hanya butuh sikap optimis,  rasa optimis itu lambat laun pasti akan muncul karena sikap optimis akan membawa aura positif. Yang perlu kita lakukan hanyalah memaksimalkan ihtiar dan menikmati segala prosesnya. Jadikanlah kesabaran sebagai bahan bakar utama untuk memunculkan semangat dalam diri.
Ke-empat: Ketika masalah yang satu belum terselesaikan lalu muncul lagi masalah baru, maka tetaplah bersabar, tarik nafas dalam-dalam, perbanyak istigfar dan jangan lupa meminta pertolongan kepada Tuhan. Komitmen untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada, dimungkinkan masalah baru tidak akan muncul. Meskipun tidak ada jaminan namun hal tersebut bisa dibilang sangat efektif karena kita bisa lebih fokus kepada penyelesaian masalah yang dihadapi. 
Ke-lima: Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Man Jadda wa Jadda karena proses tidak akan pernah menghianati hasil.  Roda kehidupan akan terus berputar, meyakini masalah ini hanyalah sementara, itu akan jauh lebih baik. Kita hanya perlu bersabar sembari memikirkan tentang solusi terbaik dari masalah itu. Jangan pernah luput untuk selalu melibatkan kesabaran dalam semua aktivitas keseharian. Semua pasti ada jalan keluarnya asalkan kita yakin  dengan kemampuan diri yang diberikan Tuhan. 
Kaitannya sabar dengan ibadah puasa yang tengah kita jalani, sebenarnya puasa itu pekerjaan rohani, walaupun mengikutsertakan anggota badan tetapi sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits Rasulullah, kalau puasanya hanya sekedar bersifat fisik tanpa menyadari bahwa ini adalah pekerjaan rohani, maka dia hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Oleh karena itu mari kita jalankan ibadah puasa ini dengan sebaik mungkin dengan penuh kesabaran agar kita mendapatkan sesuai dengan apa yang kita harapkan. 
Wallahu ‘alam
Penulis adalah Dosen UIN ‘SGD” Bandung, DPK UNISA Kuningan

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Mengapa Kita harus Bersabar? Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan