Suarakuningan (SK).-
Dalam kunjungan hari ke dua di Kabupaten Kuningan, Mentri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon meresmikan pembaruan tata pamer Museum Cipari di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Sabtu (4 April 2026). Peresmian ini merupakan upaya bersama dalam menegaskan peran museum sebagai penggerak kebudayaan di daerah.
Peresmian dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, serta unsur Forkopimda.
Museum Cipari sendiri menyimpan benda-benda peninggalan dari zaman Neolitikum dan Megalitikum. Menurut Fadli Zon, Indonesia memiliki kekayaan budaya dan sejarah peradaban yang panjang sehingga perlu usaha bersama dalam mewujudkan pelestariannya.
"Sekitar 60 persen temuan Homo erectus dunia berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan pentingnya posisi kita dalam sejarah peradaban manusia," kata Menbud RI.
"Ke depan kita harapkan akan semakin banyak ekskavasi, temuan-temuan baru, kerja sama dengan para peneliti dan para arkeolog sehingga semakin membuka ruang tentang perjalanan peradaban kita di masa lalu," tambahnya.
Revitalisasi Museum Cipari diharapkan menjadi menjadi contoh bagi 454 museum lainnya di Indonesia, baik yang dikelola oleh pemerintah pusat, daerah, maupun perorangan dalam mengemas cerita sejarah yang lebih menggugah. Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen untuk membangun ekosistem permuseuman yang terhubung erat dengan pihak terkait
"Pemanfaatan dan aktivasi situs-situs sebagai ruang budaya ini juga saya kira menjadi bagian yang penting bagi Kemenbud, bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan juga dengan komunitas-komunitas serta para penggerak budaya," ujarnya.
Menurut Menbud RI, museum harus bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan menjadi ruang edukasi yang dinamis dan interaktif. Dirinya berharap ke depan bisa mendorong penguatan peran museum melalui digitalisasi, peningkatan kapasitas pengelola, serta integrasi dengan dunia pendidikan, komunitas, maupun industri kreatif.
"Museum harus menjadi ruang belajar dan imajinasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bahkan wisata berbasis sejarah dan budaya harus bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Menbud RI sempat memusatkan perhatiannya ke peti kubur batu atau sarkofagus di Situs Cipari. Dirinya mengatakan, sarkofagus tersebut memiliki keunikan dibandingkan situs serupa di daerah lainnya."
Temuan-temuan sarkofagus atau semacam tempat untuk kubur batu yang bentuknya unik, ini terdiri dari empat lempengan batu andesit, tidak dalam satu batu yang utuh," ujarnya.
Dalam kunjungan hari ke dua di Kabupaten Kuningan, Mentri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon meresmikan pembaruan tata pamer Museum Cipari di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Sabtu (4 April 2026). Peresmian ini merupakan upaya bersama dalam menegaskan peran museum sebagai penggerak kebudayaan di daerah.
Peresmian dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, serta unsur Forkopimda.
Museum Cipari sendiri menyimpan benda-benda peninggalan dari zaman Neolitikum dan Megalitikum. Menurut Fadli Zon, Indonesia memiliki kekayaan budaya dan sejarah peradaban yang panjang sehingga perlu usaha bersama dalam mewujudkan pelestariannya.
"Sekitar 60 persen temuan Homo erectus dunia berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan pentingnya posisi kita dalam sejarah peradaban manusia," kata Menbud RI.
"Ke depan kita harapkan akan semakin banyak ekskavasi, temuan-temuan baru, kerja sama dengan para peneliti dan para arkeolog sehingga semakin membuka ruang tentang perjalanan peradaban kita di masa lalu," tambahnya.
Revitalisasi Museum Cipari diharapkan menjadi menjadi contoh bagi 454 museum lainnya di Indonesia, baik yang dikelola oleh pemerintah pusat, daerah, maupun perorangan dalam mengemas cerita sejarah yang lebih menggugah. Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen untuk membangun ekosistem permuseuman yang terhubung erat dengan pihak terkait
"Pemanfaatan dan aktivasi situs-situs sebagai ruang budaya ini juga saya kira menjadi bagian yang penting bagi Kemenbud, bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan juga dengan komunitas-komunitas serta para penggerak budaya," ujarnya.
Menurut Menbud RI, museum harus bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan menjadi ruang edukasi yang dinamis dan interaktif. Dirinya berharap ke depan bisa mendorong penguatan peran museum melalui digitalisasi, peningkatan kapasitas pengelola, serta integrasi dengan dunia pendidikan, komunitas, maupun industri kreatif.
"Museum harus menjadi ruang belajar dan imajinasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bahkan wisata berbasis sejarah dan budaya harus bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat," tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Menbud RI sempat memusatkan perhatiannya ke peti kubur batu atau sarkofagus di Situs Cipari. Dirinya mengatakan, sarkofagus tersebut memiliki keunikan dibandingkan situs serupa di daerah lainnya."
Temuan-temuan sarkofagus atau semacam tempat untuk kubur batu yang bentuknya unik, ini terdiri dari empat lempengan batu andesit, tidak dalam satu batu yang utuh," ujarnya.
Usai peresmian Situs Cipari, Menbud berkunjung ke Cagar Budaya Paseban dan mengakhiri kunjungan di Kuningan ke Gedung Kesenian Raksawacana.






0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.