Hot News
13 Juni 2026

Kenapa Orang Sunda Sering Mengucapkan "Punten" Meski Tidak Bersalah?

 


Penulis: Mabrur Abdurrahman

Bagi banyak orang yang baru pertama kali berinteraksi dengan masyarakat Sunda, ada satu hal yang sering menarik perhatian. Kata punten kerap diucapkan dalam berbagai situasi, bahkan ketika seseorang tidak melakukan kesalahan apa pun. Saat hendak melewati orang lain, mengawali percakapan, memasuki rumah, bertanya kepada seseorang, atau sekadar meminta jalan, kata punten sering kali terdengar lebih dulu. Akibatnya, tidak sedikit yang bertanya-tanya: mengapa orang Sunda begitu sering mengucapkannya? Ternyata, jawabannya tidak sesederhana kata "permisi".

 

Bukan Berarti Minta Maaf

Dalam bahasa Indonesia, banyak orang mengartikan punten sebagai "maaf" atau "permisi". Padahal dalam budaya Sunda, maknanya lebih luas dari itu. Kata punten merupakan bentuk ungkapan sopan yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Ucapan ini bukan karena seseorang merasa bersalah, melainkan sebagai tanda bahwa ia menyadari keberadaan dan hak orang lain. Karena itu, orang Sunda dapat mengucapkan punten bahkan ketika tidak melakukan kesalahan apa pun. Misalnya saat hendak melewati seseorang yang sedang duduk, seseorang mungkin akan berkata:

 

"Punten, abdi ngiring ngalangkung." Ucapan tersebut bukan pengakuan kesalahan, melainkan bentuk penghormatan agar orang lain tidak merasa terganggu.

 

Berakar dari Budaya Hormat

Budaya Sunda sejak lama dikenal memiliki tata krama yang kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat diajarkan untuk menjaga ucapan, menghormati yang lebih tua, serta menghindari sikap yang dianggap kurang sopan. Nilai tersebut tercermin dalam berbagai ungkapan, termasuk "punten". Bagi masyarakat Sunda, menjaga perasaan orang lain sering kali dianggap sama pentingnya dengan menyampaikan maksud yang ingin diutarakan. Karena itu, banyak percakapan diawali dengan kata-kata yang menunjukkan penghormatan terlebih dahulu. Tidak heran jika kata "punten" menjadi bagian yang begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Lebih dari Sekadar Kata

Menariknya, "punten" bukan hanya soal bahasa. Kata ini juga mencerminkan cara pandang terhadap hubungan antarmanusia. Di balik satu kata sederhana tersebut tersimpan pesan bahwa setiap orang layak dihormati. Bahkan untuk tindakan kecil seperti lewat di depan seseorang atau memulai percakapan, kesopanan tetap dianggap penting. Dalam budaya Sunda, menghormati orang lain tidak harus menunggu terjadi konflik atau kesalahan. Rasa hormat justru ditunjukkan sebelum hal-hal tersebut terjadi.

 

Masih Relevan di Zaman Modern

Di era yang serba cepat, kebiasaan mengucapkan "punten" mungkin terlihat sederhana. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuatnya tetap bertahan hingga sekarang. Ketika komunikasi semakin singkat dan interaksi sering berlangsung terburu-buru, kata "punten" mengingatkan bahwa sopan santun masih memiliki tempat dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin itulah alasan mengapa kata ini terus hidup di tengah masyarakat Sunda. Bukan karena orang Sunda merasa lebih sering bersalah, melainkan karena mereka terbiasa mendahulukan rasa hormat dalam berinteraksi. Pada akhirnya, "punten" bukan sekadar kata. Ia adalah cerminan sebuah nilai budaya yang mengajarkan bahwa menghargai orang lain dapat dimulai dari hal-hal kecil, bahkan sebelum sebuah percakapan benar-benar dimulai.

 

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Kenapa Orang Sunda Sering Mengucapkan "Punten" Meski Tidak Bersalah? Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan