Bagaimana sebuah usaha kecil di desa dapat lebih mudah dikenal di tengah perkembangan pemasaran digital? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu perhatian Kelompok KKN 94 Universitas Islam Negeri (UIN ) Sunan Gunung Djati (SGJ) Bandung Desa Cimanggu saat mendampingi lima pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun 1 Desa Cimanggu Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur.
Hasil observasi dan rembug warga yang dilakukan kelompok KKN 94 menunjukkan bahwa sejumlah UMKM di Dusun 1 masih menghadapi kendala dalam memperluas promosi. Keterbatasan pengetahuan mengenai pemanfaatan media digital membuat pemasaran produk belum menjangkau masyarakat secara luas. Selain itu, sebagian usaha belum memiliki logo sebagai identitas visual dan belum memiliki informasi lokasi yang mudah ditemukan melalui media digital.
Melihat kondisi tersebut, bidang sosial ekonomi KKN 94 kemudian melakukan pendampingan yang berfokus pada penguatan digitalisasi dan branding UMKM. Pendampingan dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama, yakni pembuatan logo, pengembangan konten pemasaran melalui media sosial, serta pembuatan lokasi usaha melalui Google Maps.
Menurut Ketua Bidang Ruslan Habib Maulana Ibrahim KKN 94, bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian KKN di Desa Cimanggu yang berlangsung pada 20 Juli hingga 25 Agustus 2026. Sementara itu, bidang sosial ekonomi melaksanakan pendampingan UMKM secara khusus pada 28 Juli hingga 20 Agustus 2026 dengan pendekatan observasi, diskusi, praktik langsung, dan evaluasi.
Tahap awal dilakukan melalui kunjungan kepada pelaku UMKM pada 28 hingga 31 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, anggota KKN berdiskusi langsung dengan pemilik usaha untuk mengetahui kondisi usaha, cara pemasaran yang selama ini dilakukan, serta kendala yang dihadapi. Hasil kunjungan kemudian dibahas dalam diskusi bidang sosial ekonomi pada 1 hingga 2 Agustus 2026.
GAMBAR 1 Kunjungan Awal kepada Pelaku UMKM
Dari proses tersebut, lima UMKM menjadi sasaran pendampingan, yaitu usaha roti, kue basah, lantak pisang, wajit, dan sapu ijuk. Kelima usaha tersebut memiliki jenis produk yang berbeda sehingga pendampingan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Pendampingan pertama dilakukan melalui pembuatan logo pada 3 hingga 14 Agustus 2026. Lima anggota bidang sosial ekonomi masing-masing mendampingi satu UMKM dalam proses perancangan identitas visual. Logo dibuat menggunakan aplikasi Canva dengan memuat nama produk atau usaha serta nomor telepon yang dapat digunakan konsumen untuk melakukan pemesanan.
GAMBAR 2 Hasil Logo UMKM
Logo yang telah selesai kemudian diberikan kepada masing-masing pelaku UMKM untuk digunakan sebagai identitas usaha. Identitas tersebut dapat diterapkan pada kemasan maupun bahan promosi sehingga nama usaha dapat ditampilkan secara lebih konsisten ketika produk dipasarkan secara langsung maupun melalui media digital.
GAMBAR 3 Penyerahan Logo kepada Pelaku UMKM
Setelah pembuatan logo, KKN 94 melanjutkan pendampingan melalui pengembangan konten pemasaran pada 15 hingga 16 Agustus 2026. Konten dibuat dengan menampilkan produk dan informasi usaha dalam bentuk visual yang dapat digunakan sebagai bahan promosi digital.
Materi promosi tersebut kemudian dipublikasikan melalui akun Instagram dan TikTok KKN Cimanggu 94. Produk menjadi bagian utama dalam konten agar masyarakat dapat mengetahui jenis produk yang ditawarkan, sementara nama usaha dan informasi pemesanan turut dicantumkan untuk membantu calon konsumen mengenali serta memperoleh informasi mengenai produk.
GAMBAR 4 Konten Pemasaran Produk UMKM
Selain media sosial, KKN 94 juga membantu pelaku UMKM mencantumkan lokasi usahanya pada Google Maps. Informasi yang dimasukkan meliputi nama usaha, kategori, alamat, titik lokasi, dan informasi pendukung lainnya. Pendampingan dilakukan secara langsung untuk memastikan informasi yang dicantumkan sesuai dengan kondisi usaha.
GAMBAR 5 Hasil Pembuatan Lokasi UMKM di Google Maps
Keberadaan lokasi usaha pada Google Maps menjadi pelengkap bagi promosi melalui media sosial. Ketika masyarakat memperoleh informasi mengenai produk melalui konten digital, informasi lokasi dapat membantu calon konsumen menemukan tempat usaha dengan lebih mudah, termasuk bagi konsumen yang belum mengenal wilayah Dusun 1 Desa Cimanggu secara langsung.
Ketiga kegiatan tersebut dirancang agar saling melengkapi. Logo digunakan untuk membangun identitas visual usaha, media sosial menjadi sarana memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas, sedangkan Google Maps memberikan informasi mengenai lokasi fisik usaha. Dengan integrasi tersebut, pelaku UMKM memiliki tambahan sarana untuk memperkenalkan produk sekaligus memudahkan konsumen menemukan tempat usaha.
Pada tahap akhir, evaluasi dilakukan pada 20 Agustus 2026 melalui komunikasi kembali dengan pelaku UMKM. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan logo, konten pemasaran, dan Google Maps setelah kegiatan pendampingan selesai. Evaluasi juga menjadi bagian untuk melihat kesesuaian hasil kegiatan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Hasil pendampingan memberikan lima UMKM tersebut sejumlah sarana baru dalam kegiatan pemasaran digital, mulai dari identitas visual, materi promosi, hingga informasi lokasi usaha. Konten yang telah dibuat juga dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM untuk melanjutkan kegiatan promosi melalui akun usaha masing-masing.
Meski pendampingan telah selesai, keberlanjutan pemanfaatan media digital tetap bergantung pada keterlibatan pelaku UMKM. Pembuatan konten secara berkala, penggunaan logo secara konsisten, serta pemutakhiran informasi usaha pada media digital menjadi langkah yang diperlukan agar sarana yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan.
Melalui pendampingan tersebut, KKN 94 Desa Cimanggu berupaya memperkenalkan pendekatan sederhana dalam membantu UMKM beradaptasi dengan pemasaran digital. Penguatan branding, pemanfaatan media sosial, dan pencantuman lokasi usaha menjadi satu rangkaian yang diarahkan untuk membantu produk lokal Dusun 1 Desa Cimanggu lebih mudah dikenali dan ditemukan oleh masyarakat.
Kepala Desa Cimanggu M. Rohman Budiman, S. Pd. menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pengenalan UMKM di desanya lewat digital.








0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.