Hot News
23 Agustus 2026

KKN 94 UIN SGD Bandung Kelola Sampah di Desa Cimanggu Melalui Pengadaan Rocket Stove


 
Bagaimana jika persoalan sampah di lingkungan desa tidak hanya diatasi dengan menyediakan tempat sampah, tetapi juga melalui edukasi dan teknologi sederhana? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu perhatian Kelompok KKN 94 Desa Cimanggu dalam upaya membantu masyarakat mengelola sampah dengan lebih terarah melalui pengadaan tempat sampah, edukasi pemilahan sampah, dan pembuatan rocket stove.

Permasalahan pengelolaan sampah ditemukan berdasarkan hasil observasi lapangan, rembug warga, serta kunjungan kepada ketua RT dan RW di Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Dari pengamatan tersebut, masih ditemukan warga yang membuang sampah di sekitar aliran Sungai Cikondang. Sebagian masyarakat juga masih membakar sampah secara mandiri karena belum tersedianya sistem penampungan dan pengangkutan sampah yang menjangkau seluruh lingkungan masyarakat.

Kondisi serupa juga terlihat di lingkungan sekolah. Di SDN Cimanggu 1, tempat sampah yang tersedia belum dibedakan berdasarkan jenisnya sehingga sampah organik, anorganik, dan kertas masih berpotensi tercampur. Sementara itu, di lingkungan RT 02/RW 04, Kampung Pasir Leles, terdapat lahan kosong yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi KKN 94 untuk menyusun kegiatan yang menggabungkan penyediaan fasilitas, edukasi, dan alternatif pengelolaan sampah.

Kegiatan pengelolaan sampah tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Nyata KKN 94 di Desa Cimanggu. Program bidang lingkungan yang diketuai Gilsya Azzahra Ramandha diarahkan pada tiga kegiatan utama, yaitu pengadaan tempat sampah terpilah dan edukasi pemilahan sampah di SDN Cimanggu 1 serta pembuatan rocket stove sebagai fasilitas alternatif untuk pengelolaan sampah kering di lingkungan masyarakat.

Pengadaan tempat sampah dan edukasi pemilahan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 di SDN Cimanggu 1. Kegiatan melibatkan siswa, guru, kepala sekolah, Ketua Kelompok KKN 94, serta seluruh anggota kelompok. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah dan Ketua Kelompok KKN 94 sebelum dilanjutkan dengan pengenalan pengelolaan sampah


GAMBAR 1 Pengadaan Tempat Sampah dan Kegiatan Edukasi Pemilahan Sampah

Sebanyak tiga tempat sampah berbentuk tabung dengan tinggi sekitar satu meter dibuat secara mandiri oleh Kelompok KKN 94. Ketiganya digunakan untuk membedakan sampah berdasarkan kategori, yaitu organik, anorganik, dan kertas. Setelah selesai dibuat, tempat sampah tersebut diserahkan kepada pihak sekolah untuk digunakan dalam kegiatan pemilahan sampah di lingkungan SDN Cimanggu 1.


GAMBAR 2 Penyerahan Tempat Sampah kepada Pihak SDN Cimanggu 1

Tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, KKN 94 juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai jenis dan cara memilah sampah. Materi disampaikan secara singkat menggunakan presentasi dan alat peraga berupa contoh sampah dari masing-masing kategori. Siswa dan guru diperkenalkan dengan penggunaan tempat sampah serta contoh sampah yang termasuk dalam kategori organik, anorganik, dan kertas.

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak melakukan praktik pemilahan secara langsung. Beberapa siswa diminta memasukkan contoh sampah yang telah disediakan ke dalam tempat sampah sesuai kategorinya. Praktik tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya mengetahui jenis sampah secara teori, tetapi juga dapat menerapkannya ketika membuang sampah.


GAMBAR 3 Praktik Pemilahan Sampah oleh Siswa

Kegiatan kemudian berlanjut ke lingkungan masyarakat melalui pembuatan rocket stove di Dusun 1, RT/RW 02/04, Kampung Pasir Leles. Fasilitas tersebut dibuat sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah kering dan dibangun melalui keterlibatan langsung warga bersama anggota KKN 94.

Rencana pembuatan rocket stove diawali melalui Rembug Warga untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Setelah memperoleh masukan dari warga, KKN 94 melakukan koordinasi dengan Ketua RW dan RT untuk menentukan lokasi pembangunan. Lahan kebun kosong milik RT 02/RW 04 kemudian ditetapkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas.

Sebelum pembangunan dimulai, konsep rocket stove dibahas oleh Bidang Lingkungan KKN 94 selama kurang lebih satu minggu. Persiapan kemudian dilakukan bersama anggota kelompok, warga, dan tukang yang membantu proses pembangunan. Bahan yang digunakan antara lain bata habel, mortar, semen, besi, pasir, dan batu.


GAMBAR 4 Proses Pembuatan Rocket Stove

Pembangunan dilakukan selama dua hari. Pada 11 Agustus 2026, kegiatan difokuskan pada pembersihan dan persiapan lahan serta pembuatan pondasi. Pembangunan bagian utama rocket stove dilanjutkan pada 12 Agustus hingga fasilitas selesai dibuat. Warga RT 02/RW 04 turut bergotong royong bersama anggota KKN 94 selama proses pembangunan berlangsung.

Setelah pembangunan selesai, Bidang Lingkungan KKN 94 melakukan uji coba secara mandiri pada 15 Agustus 2026. Uji coba dilakukan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan kondisi serta penggunaan fasilitas sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.

 

GAMBAR 5 Uji Coba Rocket Stove

Sosialisasi kepada masyarakat kemudian dilakukan pada 19 Agustus 2026. Ketua Bidang Lingkungan memberikan penjelasan kepada Ketua RT dan warga sekitar mengenai bagian-bagian rocket stove, tata cara memasukkan bahan yang sesuai, serta cara penggunaannya. Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian dan penyerahan fasilitas kepada Ketua RT 02 sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan.

 

 

GAMBAR 6 Sosialisasi dan Peresmian Rocket Stove

Monitoring lanjutan dilakukan pada 23 Agustus 2026 untuk melihat kondisi rocket stove setelah diserahkan kepada masyarakat. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kegiatan sekaligus melihat pemanfaatan fasilitas di lingkungan RT 02/RW 04.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan rocket stove juga menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas perlu disertai pemahaman mengenai cara penggunaan. Pada tahap awal masih ditemukan penggunaan bagian fasilitas yang belum sesuai, sehingga diperlukan penjelasan dan pendampingan kembali agar masyarakat memahami fungsi setiap bagian rocket stove.


GAMBAR 7 Monitoring Rocket Stove Setelah Diserahkan kepada Masyarakat

Melalui kegiatan di sekolah, siswa mulai diperkenalkan pada pemilahan sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, dan kertas. Sementara itu, di lingkungan masyarakat, keberadaan rocket stove menjadi salah satu alternatif fasilitas untuk mendukung pengelolaan sampah kering. Kedua kegiatan tersebut disesuaikan dengan permasalahan yang ditemukan di masing-masing lokasi.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Warga tidak hanya menerima fasilitas rocket stove, tetapi juga ikut membantu proses pembangunannya. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan mendorong masyarakat untuk turut menjaga serta memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.

Meski demikian, keberadaan fasilitas dan edukasi belum secara langsung dapat menjamin terbentuknya kebiasaan pengelolaan sampah dalam jangka panjang. Keterbatasan waktu pendampingan membuat pemantauan berkelanjutan belum dapat dilakukan secara maksimal. Karena itu, pembiasaan pemilahan sampah di sekolah dan pendampingan penggunaan rocket stove di masyarakat masih memerlukan tindak lanjut.

Di lingkungan sekolah, penggunaan tempat sampah terpilah perlu disertai pengawasan dan pengingat secara berkala agar kebiasaan memilah sampah dapat terus diterapkan. Dukungan guru juga diperlukan untuk memperkuat kebiasaan tersebut dalam aktivitas sehari-hari siswa.

Sementara itu, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman berkelanjutan mengenai pengelolaan sampah dan penggunaan rocket stove sesuai dengan fungsi yang telah diperkenalkan. Pemantauan kondisi fasilitas dan adanya pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaannya menjadi bagian penting agar fasilitas tetap dapat digunakan setelah kegiatan KKN berakhir.

Melalui pengadaan tempat sampah, edukasi pemilahan, dan pembuatan rocket stove, KKN 94 Desa Cimanggu berupaya memberikan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat. Program tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih terarah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan Desa Cimanggu.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: KKN 94 UIN SGD Bandung Kelola Sampah di Desa Cimanggu Melalui Pengadaan Rocket Stove Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan