728x90 AdSpace

2 Desember 2018

Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (10)


Seri Tulisan. “Ketika Hati Harus Memilih (KHHM)” merupakan tulisan bersambung.
Sebelumnya: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (9)

Oleh: Kang Iman
(DR. Iman Subasman (@imansubasman). Pengurus ICMI Kuningan dan Peneliti Puspamdik (Pusat Studi Pengembangan Mutu Pendidikan )

"Jadikanlah alam sebagai sekolah kehidupanmu "


Potensi akal yang diberikan Allah SWT adalah potensi istimewa dan menjadi kelebihan manusia dari mahluk-mahluk lainnya di alam jagat raya ini. Melalui potensi akalnya manusia dapat mempelajari mahluk-mahluk yang lain serta memanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Berbagai macam keadaan alam di eksplorasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tidak ada yang salah, karena memang alam ini dipersiapkan untuk kehidupan manusia.

Kemampuan akal manusia, seakan mampu "menundukkan" alam dan menjadikan alam ini seakan tak berdaya menghadapi kedahsyatan berpikir manusia. Untuk terus mengasah keterampilan berpikir, meningkatkan kemampuannya kemudian manusia menjadikan segala pengalamannya itu sebagai ilmu yang berkembang-bercabang luas sesuai kebutuhan dana mempertahankan dana meningkatkan kesejahteraan kehidupannya.

Namun kadang akalpun menjadi berlebihan memandang potensinya. Luput dari jangkauan akal adalah sikapnya kepada hati lebih (tepatnya hati nurani). Sesuatu yang Allah SWT berkapasitas sebagai "raja" , namun seringkali pada manusia yang mendahulukan akal dan hati dijadikannya sebagai diraja yang harus tunduk pada akal dan menjadi pembenar apa yang dilakukan akal. Ketika akal yang ia dahulukan, semata hanya mendahulukan logika mengagungkan nilai materi dan akhirnya ia hanyalah sebagai "budak"kehidupan.

Agar hati ini tidak menjadi budak akal, maka ajarkan bagaimana cara ia menjadi seorang raja. Latihlah dengan ilmu yang baik dan tepat untuk mengajarinya. Ajak hati ini berlatih pada alam yang selalu tunduk pada aturan kebenaran. Imbangkan kemampuan akal dan hati, tapi tetapkan hati sebagai rajamu. Jika akal terus diasah dengab ilmu pengetahuan, maka hati diasah melalui sikap. Sikapmu pada penciptaMu akan menjadi pertaruhan dirimu denganNya, jika sikapmu baik maka akan berakhir dengan kebahagiaan dan sebaliknya jika sikapmu salah maka akhir yang buruk telah menantimu.

Sikap terbaik yang akan mengasah keadan hatimu adalah memantaskan diri sebagai seorang hamba, selalu melihat kebesaran Allah SWT dalam setiap hal serta tawakal atas segala kehendakNya. Alam semesta telah mengajarkan betapa indahnya jika ia selalu taat padaNya, maka jika ingin dirimu indah, harmonis, baik dalam berbagai keadaan dan teratur dalam keluhuran pribadi, hidupkan hatimu dengan "ilham" terbaik di hatimu.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (10) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan