728x90 AdSpace

Update
17 Januari 2017

Pusat Studi ASEAN Bakal Hadir di Universitas Kuningan




suarakuningan.com - Setelah hadirnya BI Corner yang belum lama ini diresmikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di kampus I Universitas Kuningan (Uniku), kini Uniku bakal kembali memiliki Pusat Studi ASEAN atau Study Center yang bertujuan untuk memberikan konstribusi positif terhadap usaha-usaha memajukan kepentingan nasional Indonesia dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Seiring dengan usaha-usaha konstruktif dalam memperkuat regionalisme di kawasan Asia Tenggara. Rapat koordinasi bersama mengenai bakal hadirnya Pusat Studi ASEAN atau Study Center di Universitas Kuningan (Uniku) dilaksanakan pada akhir pekan kemarin di ruang rapat Gedung Rektorat Universitas Kuningan.

Turut hadir dalam rapat koordinasi bersama tersebut, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian Bahris Paseng MA, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Asia Kemenko Perekonomian Novriady Wijaya, Bupati Kuningan yang diwakili oleh Asisten Daerah (Asda II) Dadang Supardan, M.Si., Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Dr. Dadang Sadeli, M.Pd., Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM, Rektor Universitas Kuningan Dr. Dikdik Harjadi, M.Si., beserta jajarannya dan tamu undangan lainnya.

Rektor Universitas Kuningan Dr. Dikdik Harjadi, M.Si., ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/01/2017), mengatakan, tujuan bakal adanya Pusat Studi ASEAN atau Study Center di Universitas Kuningan itu merupakan bentuk realisasi kerjasama antara pihak Universitas Kuningan dengan pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang dalam nota kesepahamannya itu mengenai pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, Universitas Kuningan bakal kembali memiliki Pusat Studi ASEAN atau Study Center yang direncanakan akan berlokasi di Fakultas Ekonomi (FE) tersebut. Dengan kehadirannya nanti Pusat Studi ASEAN di Uniku, bakal banyak memberikan manfaat baik untuk mahasiswa dan dosen Universitas Kuningan itu sendiri maupun pada umumnya untuk masyarakat Kabupaten Kuningan,” tuturnya.

Selain itu, Dikdik menjelaskan, Universitas Kuningan mengambil peran yang sangat strategis walaupun berada di daerah perbatasan Jawa Barat bagian timur dengan rencana mendirikan Pusat Studi ASEAN KUNINGAN itu. Dimana Pusat Studi ASEAN KUNINGAN merupakan pusat lembaga studi yang mampu menyediakan data dan informasi mengenai proses integrasi dan kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dan di luar ASEAN.

“Pusat Studi ASEAN KUNINGAN ini, diharapkan menjadi institusi yang akan bekerjasama saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan khususnya dan Provinsi Jawa Barat pada umumnya,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan adanya Pusat Studi ASEAN KUNINGAN itu, diharapkan dapat menjadi pusat studi edukasi terhadap mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, dapat meningkatkan kerja sama komunitas ASEAN secara maksimal hingga berdampak positif ke tingkat mahasiswa dan masyarakat paling bawah serta dapat mengkaji berbagai kebijakan Komunitas ASEAN yang sudah berdiri pada tahun 2015 yang berorientasi pada tiga pilar kerjasama Komunitas ASEAN 2015 yaitu komunitas politik-keamanan, komunitas ekonomi dan komunitas sosial budaya sehingga tepat sasaran serta mampu mengkaji factor-faktor yang mempengaruhi integrasi ASEAN secara efektif.

“Secara khusus, Pusat Studi ASEAN yang didirikan ke-35 di Universitas Kuningan itu, diharapkan dapat juga memfokuskan diri pada manfaat dan peluang kerjasama yang diperoleh masyarakat Jawa Barat setelah berlakunya Komunitas ASEAN 2015 tersebut,” tambahnya.

Sedangkan Bupati Kuningan yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Asisten Daerah (Asda II) Dadang Supardan, M.Si., mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas inisiatif dari Universitas Kuningan dengan bakal adanya Pusat Studi ASEAN atau Study Center di kampus kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan tersebut.

“Alhamdulillah, Uniku bakal kembali memiliki Pusat Studi ASEAN yang dirasa bakal banyak memberikan manfaatnya, baik untuk para mahasiswa, dosen, masyarakat Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

Selain itu, Dadang berharap, dengan adanya rencana didirikannya Pusat Studi ASEAN di Universitas Kuningan tersebut, diharapkan lembaga pendidikan ini dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Saya yakin dan percaya, Universitas Kuningan akan selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan seperti yang selama ini sudah terjalin secara erat dan konsisten,” harapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah Kemenko Perekonomian Bahris Paseng MA, mengatakan, Pendirian ASEAN Study Center ini merupakan realisasi kerjasama Universitas Kuningan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang dalam nota kesepahamannya itu mengenai pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Pembentukan ASEAN Study Center tersebut, bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap usaha-usaha memajukan kepentingan nasional Indonesia dalam menghadapi MEA, seiring dengan usaha-usaha konstruktif dalam memperkuat regionalisme di kawasan Asia Tenggara,” tuturnya.

Selain itu, Bahris menjelaskan, ASEAN Study Center Universitas Kuningan dibentuk dalam rangka merespon perkembangan mutakhir institusi kerjasama regional di Asia Tenggara atau ASEAN, yang dalam dekade terakhir berkembang secara baik dan pesat, baik secara horizontal maupun secara vertikal. Dari aspek visi, para pemimpin di negara-negara anggota ASEAN mempunyai target yang lebih tinggi, ketika tahun 2003 mereka mencanangkan pembentukan Komunitas ASEAN tahun 2020 yang pada tahun 2007 kemudian dipercepat menjadi 2015.

“Pusat Studi ASEAN Universitas Kuningan dipandang perlu di bentuk Komunitas ASEAN. Komunitas ASEAN, bukan cuma sekedar cita-cita tetapi merupakan rekayasa politik, ekonomi, dan sosial-budaya yang menjanjikan sekaligus berisiko. Sebagai negara terbesar dalam ASEAN, Indonesia menghadapi resiko mungkin terbesar dari terbentuknya Komunitas ASEAN. Tepatlah kiranya bila ASEAN juga fokus utama dari Kebijakan Luar Negeri Indonesia,” jelasnya.

Ditambahkannya, Sebaliknya posisi Indonesia dalam ASEAN sangat penting. Selain dianggap the natural leader, Indonesia merupakan negara demokrasi yang dihormati dan diteladani yang ingin dijadikan model bagi berbagai negara di kawasan dan negara yang sekarang lagi transisi ke demokrasi. Indonesia juga satu-satunya Negara Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

“Namun, selain berpotensi untuk memimpin arah agenda kerja ASEAN, Indonesia juga mempunyai berbagai masalah domestik dan bilateral maupun regional yang berpotensi memperberat kerjasama ASEAN. Masalah domestik yang mengganggu menyangkut misalnya korupsi, penegakan hukum serta ancaman terhadap pluralisme. Sementara masalah bilateral maupun regional menyangkut antara lain batas wilayah, pekerja migran, kejahatan transnasional dan kerusakan lingkungan hidup,” pungkasnya.(Asep Supriadi/Uniku/red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Pusat Studi ASEAN Bakal Hadir di Universitas Kuningan Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan