728x90 AdSpace

Update
26 Juni 2017

Tabungan Tidak Bisa Dicairkan, Orangtua Murid Berang



suarakuningan.com - Bagaimana jadinya kalau tabungan yang jadi harapan untuk berlebaran Idul Fitri tapi tiba - tiba tidak bisa di cairkan? Sudah barang tentu yang timbul adalah emosi dan marah.

Perasaan tersebut dialami oleh orang tua murid kelas 2 dan kelas 6 SDN Sukarasa, Kecamatan Darma. Karena pihak sekolah meleset dari perjanjian untuk melakukan pembayaran uang tabungan anak. 

Ketika pembagian buku Raport pada hari Sabtu (24/6) pihak sekolah belum bisa mencairkan tabungan siswa karena dananya belum siap semua sehingga kalau dibagikan khawatir akan terjadi gejolak sehingga pihak sekolah menjanjikan akan memberikan tabungan siswa pada hari Kamis atau Jum`at (22-23/6).

Tapi dalam perjalanannya terjadi perubahan dimana pada hari Senin (20/6) ada kabar bahwa untuk kelas 1,3,4 dan 5 uang tabungan sudah bisa dicairkan tapi harus di ambil ke rumah wali kelas masing - masing, untuk kelas 4a bisa diambil di rumah ibu Sri yang beralamat di Desa Paninggaran dan untuk kelas 4b diambil di rumah ibu Eni, Desa Darma.

Setelah selesai yang empat kelas, tibalah di hari yang dijanjikan yaitu hari Jum`at (23/6) untuk kelas 2 dan kelas 6. Tapi setelah ditunggu sampai jam 9.00 WIB. baik Kepala Sekolah Eko Tarka maupun Bendahara Sekolah Eni Rohaeni belum kelihatan ada di sekolah.

Barulah pada sekitar jam 9.30 Kepala Sekolah didampingi Camat Darma, Didin Bahrudin S. Sos. M.Si, Kapolsek Darma dan Beberapa personil anggota, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Dikbud Dra. Sri, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan Drs. Pipin, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Darma, Sudarmo S. Pd. MM. Karena orang tua siswa sudah berkumpul dari pagi maka acara pertemuan langsung digelar dengan mengambil tempat di ruangan kelas Enam.

Lontaran kata - kata yang cukup sinis dan pedas dikeluarkan oleh orang tua siswa ketika acara pertemuan akan dimulai, ketika acara dimulai uang yang dibawa bendahara hanya ada 8 juta rupiah sehingga suasana semakin memanas, tapi entah dengan cara apa akhirnya uang jadi bertambah sampai 24 juta rupiah dan akan dibagikan kepada 64 orang siswa sehingg dirata - rata jadi terbagi 400 ribu rupiah setiap siswanya, walau sempat rame tapi akhirnya uang tersebut di ambil juga oleh para orang tua siswa tapi dengan perjanjian sisanya akan dibayar pada tanggal 20 Juli 2017, perhajian tersebut dituangkan dalam perjanjian tertulis diatas materai Rp. 6.000,- (Enam Ribu Rupiah).

Berdasarkan pengamatan suarakiningan.com dilokasi pertemuan bahwa perjanjian yang dibuat terdapat kejanggalan karena dalam perjanjian tersebut tidak disertakan sangsi yang akan diterima apabila yang berjanji melanggar komitmennya, disamping itu tidak ada saksi seorangpun yang imut menjamin kalau perjanjian tersebut di langgar.(Jon's)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Tabungan Tidak Bisa Dicairkan, Orangtua Murid Berang Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan