728x90 AdSpace

Update
22 Desember 2017

Terimakasih Ibu, kau adalah Pahlawan Bangsa..


Oleh: Tita Andri Restiawati (Titta Andrie)
(Wakil Sekretaris Jendral DPC Partai Demokrat Kab. Kuningan, Direktur KLM Tours and Travel)

suarakuningan.com - Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara Nasional setiap tanggal 22 Desember. Tanggal itu dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. 

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun Hari Pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, 22-25 Desember 1928. 

Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, karena hari itu diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lainnya.

Peringatan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember baru ditetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu yang dirayakan secara nasional hingga saat ini. 

"Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya". 

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Kalau Ayah mempunyai slogan yaitu Surganya Ibu di bawah kaki Ayah, tetapi slogan Ibu adalah Surganya Anak di bawah kaki Ibu. 

Betapa besar pengorbanan seorang ibu yang telah melahirkan kita, merawat kita, mengasuh kita, memberi asi untuk kita, sabar menghadapi kelakuan kita sewaktu kecil dan harus bangun tengah malam untuk menemani dan menenangi kita saat kita menangis. 

Untuk setiap peluh yang dikeluarkan, Ibu tidak pernah mengeluh.
Setiap panjatan do'a nya, Ibu memintakan kebaikan untuk anak-anaknya..
 

Ucapan terimakasih, tidak akan pernah cukup untuk membayar segala perjuangan yang sudah Ibu berikan.

Yaa Allah Engkau telah memberikan aku seorang Ibu yang tiada tara, kasih sayangnya sepanjang masa dan perhatiannya tanpa menuntut balas jasa.  

Jika hari Ibu ada untuk membalas seluruh peluhmu, maka bagiku setiap hari adalah hari Ibu. Sebab tidaklah sebanding setetes darah yang kau teteskan dikorbankan untuk kelangsungan hidup anak-anaknya.

Selamat hari Ibu, semoga Ibu di manapun berada tetap menjadi panutan untuk ana-anaknya..

Terimakasih Ibu, kau adalah Pahlawan Bangsa..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Terimakasih Ibu, kau adalah Pahlawan Bangsa.. Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan