728x90 AdSpace


 

Update
11 Maret 2018

Puisi: NISAN

                         kepada Ronald Yega


kita telah sama-sama tersungkur
menghujani kering tanah
yang menutup Sang Penebar Kisah

mulutmu terkunci
tapi kelabu kantung matamu
berkata
: Manusia mesti menangis!

ya ....
kita telah teguk air mata kita sendiri
seketika itu, hening selubung udara
di rongga rahasia

Manusia mesti menangis
tapi kembalilah lagi
kembali
pada cita-cita yang diwariskannya


Candrika Adhiyasa, 2018
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Puisi: NISAN Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan