Iklan Google 728

25 September 2019

Aksi Perlawanan BEM Uniku

suarakuningan.com - Aksi yang digelar pada Rabu, 25 September 2019 di depan gedung DPRD Kabupaten Kuningan, dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan (Uniku), semua elemen mahasiswa turut andil dalam aksi tersebut. Tidak terkecuali Perwakilan BEM dari 5 fakultas yang ada.

Yang pada awalnya aksi tersebut di inisiasi oleh BEM UNIKU beserta jajarannya malah mengundang banyak Pro dari keseluruhan mahasiswa universitas kuningan. Ini juga di Amini oleh wakil rector 3 Ilham Adhya. Pihak lembaga kampus mengijinkan seluruh mahasiswa uniku turut andil dalam aksi tersebut, dan mengijinkan Lapangan Kampus Uniku Sebagai tempat titik kumpul para demonstran. Masa aksi yang terkumpul mencapai angka lebih dari 400 orang mahasiswa.

BEM UNIKU mengggalang masa aksi dengan konsep teaterikal jalanan bertema “Wajah Sandiwara Negri” tema tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa uniku terhadap pemerintah yang dirasa ambigu dalam membuat aturan, bentuk Negara demokrasi yang ada di Indonesia telah kehilangan arah dalam menentukan kebijkan dilambangkan sebagai wajah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana aturan tersebut dirasa sangat merugikan rakyat Indonesia dan terkesan terburu – buru dalam menentukan kebijakan.

Point – point yang dituntut oleh BEM UNIKU diantaranya yaitu Membatalkan pengesahan RKHUP, Segera terbitkan PERPU pembatalan UU KPK, Usut dan adili elit – elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah Indonesia, segera usut kasus HAM yang ada di Indonesia, tarik militer dari tanah Papua, Hentikan tindakan represif dan kriminalisasi terhadap aktifis.

Fery Rizkiana Tri Putra Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas kuningan menyampaikan bahwa aksi yang digelar digedung DPRD kab.kuningan tersebut diharapkan nantinya jadi bahan pertimbangan pemerintah daerah sampai ke pusat untuk segera mengkaji ulang setiap kebijakan – kebijakan yang telah dibuat dan disahkan yang dirasa dapat merugikan rakya Indonesia, Hal tersbut juga diamini oleh Audita Handayu Azizah dalam aksi tersebut, ia menyampaikan teater jalanan yang di usung oleh BEM merupakan bentuk kesenian yang didalamnnya memilikin makna yang sangat dalam, sehingga makna – makna tersebut menjadi salah satu nilai yang dapat diambil oleh pemerintah dalam mengkaji setiap permasalahan.

“saya harap pemerintah bisa melek dengan aturan yang mereka buat, semua aturan – aturan tersebut setelah saya kaji, isinya sangat absurd untuk bisa kami sepakati sebagai mahasiswa, terlebih sangat merugikan nilai – nilai demokrasi yang ada di Indonesia” Kata Fery

“Teater adalah bentuk kerja kolektif yang didalamnya ada seni musik, seni rupa, dan seni drama. Kemudian diolah sesuai tema, kemudian dibuatkan naskah untuk disampaikan dengan bahasa kritik social (satir). Inilah cara kami untuk membuat aksi dengan karya seni, semoga pemerintah yang membuat aturan – aturan absurd itu sadar makna dari karya seni yang kami buat ini” Pungkas Audita. (Humas BEM Uniku/Ryan/red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Aksi Perlawanan BEM Uniku Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan