728x90 AdSpace

Update
28 Oktober 2020

Shaum Sunnah, Bukti Kualitas Cinta Rasul

oleh: Ugin Lugina (Ketua DMI Kuningan) 


12 Rabiul Awal tanggal kelahiran Rasulullah SAW. dalam tradisi peringatannya sering muncul pandangan MULUDAN diidetikan dengan MULUTAN, atau memang benar adanya paket wajib harus ada BEREKAT sebagai bukti harapan “berkah”berupa tumpeng, nasi kebuli, liwet, sekurang-kurangnya snack. Bahkan seringkali makan-makan dalam muludan bersamaan di hari sunnah sahaum, seperti Senin, Kamis atau hari sunnah shaum lainnya. Juga ada kesan ‘patojaiyah’ ketika pagi hari menyelenggarakan maulid nabi di masjid, saat tiba waktu dzuhur ternyata bubar pada bawa berekat, tidak bergabung shalat berjamaah.

Tentu soal makan-makan dalam maulidan bukan sebuah masalah, sepanjang tidak berlebihan dan tidak jadi fokus utama. Hal yang penting kemudian, adalah soal cinta rasul yang nya dalam amaliah harian yang berpengaruh besar pada kualitas sumber daya manusia, sebagaimana Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah (contoh tauladan yang baik)

Sejalan dengan sejarah tradisi peringatan Maulid Nabi, tiada lain untuk mengangkat Cinta Rasul dalam semangat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dan akhlak mulianya. Secara khusus tahun 2020, 12 Rabiul awal  jatuh pada Hari Kamis 29 Oktober 2020, sangat tepat kalau dijadikan momentum bukti kualitas Cinta Rasul, terkait dengan amaliah sahaum Sunah Hari Kamis, yang nyambung dengan saaatnya shaum sunnah ayyamul bidh (13,14,15 tengah bulan Qamariah). Bagi yang siap, sangat baik  Hari Kamis 29 Oktober s.d. 2 Nopember 2020 sepanjang 5 hari menunaikan shaum sunnah dalam rangkaian Shaum Senin-kamis dan Juma, Sabtu, Ahad Shaum Ayyamul Bidh.


Kabar indah dari nabi tentang Shaum Senin-Kamis: “Semua amal akan ditunjukkan (pada Allah) pada ahari Senin dan Kamis, maka aku suka jika saat amalku ditunjukkan, aku dalam kondisi Shaum.” ( HR. At Tirmidzi). 

Dan kabar Shaum Ayyamul Bidh: “Rasulullah SAW menyuruh kami shaum tiga hari setiap bulan, yaitu pada hari ketiga belas,empat belas, dan lima belas. Beliau berkata “Itu seperti shaum setahun.” (H.R An Nasa’i)

Menunaikan sunnah adalah keuntungan, meninggalkan sunnah adalah RUGI, bukan tidak apa-apa (Ugin Lugina DMI Kuningan)


Selamat memaknai momentum Maulid Nabi, dalam mewujudkan kualitas diri yang ahli ibadah dan ahli manfaat dalam bingkai akhlaqul karimah. 


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Shaum Sunnah, Bukti Kualitas Cinta Rasul Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan