728x90 AdSpace

Update
27 November 2020

Klakson

Kiriman Yuniawati ( Pengajar di SMA Negeri Garawangi )


Seperti biasa pagi-pagi aku berangkat ke tempat kerja pakai Mio Z kesayangan. Aku bukan ema-ema wonder woman yang menjalankan kendaraannya dengan sangat lincah. Bagiku cukuplah 45-50 km/jam.

Di tengah perjalanan kulihat ada mobil bak terbuka yang dibelakangnya pengendara motor alay dengan menjalankan motornya jig jag. Aktraksi, cari perhatian.


Setelah dekat ternyata pengendaranya tanpa helm dan usianya masih muda, sekitar usia anak SMP kelas sembilan. Dia dan penumpang bak terbuka ternyata saling kenal. Seolah bangga apa yang dilakukannya, tidak berpikir membahayakan pengendara lain. Pun para penumpang di bak terbuka seolah menyetujui dengan apa yang dilakukan bocah tersebut. Mereka tertawa bahagia ketika bocah beraksi. Aduh, bukannya menegur atau mengingatkan. 


Kupacu motorku dengan cepat sambil menekan klakson panjang dan berulang-ulang, tid-tid sebagai peringatan. Kusalip mereka dan kutinggalkan jauh di belakang


O ya, bunyi ucapan klakson di setiap daerah berbeda. Di daerah Sunda, kata yang digunakan adalah tid-tid. Di daerah Jawa Tengah menurut pengalaman saudara adalah  tin tin. Awalnya saudara tak paham atas kalimat "Kemarin, aku tin tin kamu kok gak nengok? Padahal keras lho". Setelah dijelaskan baru paham tin tin adalah bunyi klakson. Teman SD-ku yang asli Padang mengatakan bunyi klakson di Padang dim-dim. Temanku, Rudi yang istrinya orang Ambon Manise  bilang tit-tit. Sampai saat ini aku belum menemukan kata baku dalam bahasa  Indonesianya.


Jadi penasaran ya daerah lain pengucapan untuk klakson kendaranan menggunakan kosa kata apa.


Membunyikan klakson juga ternyata ada aturannya. Terdapat dalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Diantaranya,  UU No. 2 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. PP No. 44 tahun 1993 Bab II Pasal  74 tentang etika dan kualitas bagi klakson. PP No. 35 Tahun 2012 pasal 69 tentang kebisingan klakson.


Ketika di area parkir atau di garasi rumah, bunyi satu kali untuk menghidupkan mesin, dua kali hendak maju, dan, 3 kali hendak mundur. Tujuannya untuk memberikan tanda isyarat kepada pengguna jalan lain atau pejalan kaki agar mengetahui bahwa ada mobil hendak maju/mundur keluar dari parkiran. 


Membunyikan klakson di jalan raya sebagai simbol menyapa kendaraaan  lain atau bentuk emosi pengendara terhadap pengguna jalan. Rasanya, aku masih harus belajar banyak tentang berkendara yang aman dan tertib berlalu lintas.***

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Klakson Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan