728x90 AdSpace


 

Update
29 April 2021

Puasa Dalam Dimensi Ketahanan Sosial Masyarakat

Dalam konteks kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, menjalankan ibadah puasa dapat melatih dan mendidik kita kearah jalan kejujuran sekaligus dapat mendorong terwujudnya kualitas diri dalam memperteguh ketahanan sosial masyarakat.
Karena esensi puasa tiada lain kesanggupan untuk dapat menahan diri dari perbuatan yang dapat membatalkan puasa ( Mufthirat) serta merusak ( muhlikat) puasa.

Perbuatan yang terkategori dapat membatalkan puasa diyakini sudah mafhum, yang secara syar'i disebutkan makan, minum dan melakukan hubungan intim antara suami istri disiang hari.
Sedangkan perbuatan yang terkategori dapat merusak puasa cukup banyak sekali  diantaranya ; bertengkar, menggunjing / ghibah, korupsi, mencaci maki, menghasut, memfitnah serta melakukan perbuatan tidak terpuji lainnya secara syar'i.

Puasa dalam dimensi ketahanan daerah merupakan kondisi obyektif para shoimin yang miliki kesanggupan untuk dapat mengendalikan dirinya sekaligus menjadi alat pacu mentalitas warga daerah menuju terbangunnya sikap sadar diri dan sadar posisi dalam berkontribusi nyata bagi penguatan pembangunan melalui pembentukan stabilitas mental yang berimplikasi terwujudnya ketahanan daerah.

Oleh sebab itu mari kita jalani Ramadhan dengan sebersih bersih tauhid, seteguh teguh keimanan serta sebagus bagusnya amaliyah, jujur dalam bertutur maupun prosedur serta berkebenaran dalam sikap, ucapan maupun tindakan.

Semoga ampunan dan keberkahan senantiasa mengiringi hidup dan kehidupan kita.

H.Yusron Kholid, M.Si
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Puasa Dalam Dimensi Ketahanan Sosial Masyarakat Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan