Hot News
12 April 2026

Pelajar Jadi Pengedar Sabu? Alarm Bahaya untuk Generasi Muda

Oleh : Fathimatul Ajizah 

Kasus pelajar jadi pengedar sabu lagi-lagi bikin kita geleng kepala. Di Bima, NTB, seorang pelajar berinisial KF ditangkap polisi bersama SH saat hendak mengedarkan sabu yang mereka kubur di samping rumah. Mirisnya, KF masih berstatus pelajar, sementara SH tidak bekerja. Nggak cuma itu, di Kendari juga terjadi hal serupa. Seorang pelajar berinisial HS (19) diringkus polisi setelah ditemukan puluhan paket sabu yang disimpan di berbagai tempat. Fakta ini jelas menunjukkan bahwa generasi muda makin dekat dengan dunia gelap narkoba. 

Fenomena ini bukan cuma soal individu yang salah jalan, tapi juga menunjukkan ada yang bermasalah dengan sistem yang membentuk generasi saat ini. Sistem sekuler kapitalis dinilai membuat pelajar makin jauh dari nilai agama, moral, dan tujuan hidup yang jelas. Akibatnya, sebagian pelajar gampang tergoda dengan jalan pintas untuk dapat uang cepat, tanpa mikirin risiko hukum atau masa depan mereka. Ditambah lagi, lemahnya sistem pendidikan dan penegakan hukum membuat pelajar yang sudah terjerumus tidak mendapat pencegahan sejak awal. 

Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa makin parah. Karena itu, perlu ada perubahan mendasar, terutama dalam pendidikan. Sistem pendidikan Islam misalnya, menekankan pembentukan karakter sebagai hamba Allah yang shaleh, punya tujuan hidup jelas, dan mampu membedakan benar dan salah. Dengan fondasi ini, generasi muda nggak gampang terbawa arus negatif atau tergoda hal-hal yang merusak masa depan mereka. 

Selain itu, keluarga juga punya peran penting. Orang tua bukan cuma bertugas memenuhi kebutuhan materi, tapi juga harus serius mendampingi dan mendidik anak dengan nilai-nilai keislaman sejak dini. Keteladanan dari orang tua jadi faktor besar dalam membentuk karakter anak. Kalau di rumah sudah kuat, anak juga lebih siap menghadapi pengaruh buruk di luar. 

Masyarakat juga nggak boleh cuek. Lingkungan yang peduli, saling mengingatkan, dan menjaga pergaulan bisa jadi benteng kuat bagi generasi muda. Budaya amar makruf nahi munkar perlu dihidupkan lagi supaya pelajar tidak merasa sendirian saat menghadapi tekanan lingkungan. Dan tentu saja, negara harus hadir dengan sanksi hukum yang tegas bagi pembuat, pengedar, maupun pengguna narkoba agar ada efek jera. 

Kasus pelajar jadi pengedar sabu ini harus jadi alarm keras buat semua pihak. Generasi muda adalah aset masa depan, bukan malah jadi korban sistem yang gagal menjaga mereka. Kalau semua pihak bergerak—keluarga, masyarakat, pendidikan, dan negara bukan nggak mungkin generasi muda bisa kembali jadi harapan, bukan kekhawatiran.***
Next
This is the most recent post.
Posting Lama
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Pelajar Jadi Pengedar Sabu? Alarm Bahaya untuk Generasi Muda Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan