Suarakuningan (SK).-
SMK Negeri 1 Kuningan mengikuti In House Training (IHT) Pendidikan Karakter Pancawaluya sebagai upaya strategis dalam memperkuat implementasi pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas sekolah selama dua hari (14 – 15 April 2026) dengan penuh antusiasme, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi yang berkarakter unggul, bertempat di Aula Graha SMKN 1 Kuningan.
In House Training (IHT) Panca Waluya adalah pelatihan internal sekolah untuk menerapkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sunda, yang fokus pada lima pilar: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (trampil/cekatan). Program ini sering disebut Gapura Panca Waluya, bertujuan menciptakan generasi unggul yang seimbang antara fisik, mental, dan moral.
IHT ini menghadirkan narasumber dan tokoh pendidikan yang kompeten yang ditunjuk oleh Bidang GTK Dinas Pendidikan Propinsi Jabar). Kehadiran para narasumber Ahmad Sundoro, S. Pd., M. Pd. ( Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ), Dr. Emi Amelia, A. Pd., M.M., ( Dosen Institut Budi Utomo Nasional Majalengka ) serta Hadi Praktikto, S. Pd., M. Pd. ( Pengawas Pembina ) memberikan wawasan, penguatan, serta motivasi dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancawaluya dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta dibekali pemahaman mendalam tentang nilai-nilai utama Pendidikan Karakter Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, dan berdaya saing tinggi.
Kepala Sekolah SMKN 1 Kuningan, Elpasa, MPd menyampaikan,”Alhamdulillah, dalam dua hari ini kita telah mengikuti IHT Pancawaluya, dalam rangka memenuhi kewajiban kami, dimana di setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan IHT Pancawaluya ini. Untuk materi-materi serta pematerinya telah disediakan oleh Disdik Popinsi Jabar.”
“Kita berterimakasih karena pemateri diantaranya ada pa Ahmad Sundoro dari Bid GTK langsung, sehingga dua hari ini kita berdiskusi juga untuk memperoleh pencerahan dalam upaya peningkatan kondisi sekolah secara umum juga,” ujarnya.
Sumadi, guru senior mengungkapkan,” Ke Panca waluya an ini bukanlah hal aneh, karena merupakan pendidikan karakter masyarakat sunda secara turun temurun diwariskan dari orangtua kepada anaknya sejak jaman nenek moyang dahulu. Untuk pelaksanaan IHT ini menjadi penguatan kembali penerapan budaya Pancawaluya di lingkungan sekolah. Di SMK 1 Kuningan ini sejak SMT Pertanian dulu secara informal dan kebiasaan penerapan pancawaluya ini dilakukan karena para siswa SMK 1 Kuningan banyak calon calon wirausahawan bidang pertanian perikanan yang sejak dini telah dikenalkan berinteraksi dengan banyak kalangan. Sehingga melalui IHT ini dapat diterapkan kepada siswa didik kembali untuk memperkuat kesiapan mental karakter pancawaluya menghadapi dunia usaha dan dunia kerja.”
Di jelang akhir acara, para peserta cukup hangat berdiskusi dan bertanya jawab dengan Ahmad Sundoro (Bidang GTK Disdik Jabar), dan sesekali diselingi gelak tawa.
SMK Negeri 1 Kuningan mengikuti In House Training (IHT) Pendidikan Karakter Pancawaluya sebagai upaya strategis dalam memperkuat implementasi pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas sekolah selama dua hari (14 – 15 April 2026) dengan penuh antusiasme, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi yang berkarakter unggul, bertempat di Aula Graha SMKN 1 Kuningan.
In House Training (IHT) Panca Waluya adalah pelatihan internal sekolah untuk menerapkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sunda, yang fokus pada lima pilar: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (trampil/cekatan). Program ini sering disebut Gapura Panca Waluya, bertujuan menciptakan generasi unggul yang seimbang antara fisik, mental, dan moral.
IHT ini menghadirkan narasumber dan tokoh pendidikan yang kompeten yang ditunjuk oleh Bidang GTK Dinas Pendidikan Propinsi Jabar). Kehadiran para narasumber Ahmad Sundoro, S. Pd., M. Pd. ( Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ), Dr. Emi Amelia, A. Pd., M.M., ( Dosen Institut Budi Utomo Nasional Majalengka ) serta Hadi Praktikto, S. Pd., M. Pd. ( Pengawas Pembina ) memberikan wawasan, penguatan, serta motivasi dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancawaluya dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta dibekali pemahaman mendalam tentang nilai-nilai utama Pendidikan Karakter Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, dan berdaya saing tinggi.
Kepala Sekolah SMKN 1 Kuningan, Elpasa, MPd menyampaikan,”Alhamdulillah, dalam dua hari ini kita telah mengikuti IHT Pancawaluya, dalam rangka memenuhi kewajiban kami, dimana di setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan IHT Pancawaluya ini. Untuk materi-materi serta pematerinya telah disediakan oleh Disdik Popinsi Jabar.”
“Kita berterimakasih karena pemateri diantaranya ada pa Ahmad Sundoro dari Bid GTK langsung, sehingga dua hari ini kita berdiskusi juga untuk memperoleh pencerahan dalam upaya peningkatan kondisi sekolah secara umum juga,” ujarnya.
Sumadi, guru senior mengungkapkan,” Ke Panca waluya an ini bukanlah hal aneh, karena merupakan pendidikan karakter masyarakat sunda secara turun temurun diwariskan dari orangtua kepada anaknya sejak jaman nenek moyang dahulu. Untuk pelaksanaan IHT ini menjadi penguatan kembali penerapan budaya Pancawaluya di lingkungan sekolah. Di SMK 1 Kuningan ini sejak SMT Pertanian dulu secara informal dan kebiasaan penerapan pancawaluya ini dilakukan karena para siswa SMK 1 Kuningan banyak calon calon wirausahawan bidang pertanian perikanan yang sejak dini telah dikenalkan berinteraksi dengan banyak kalangan. Sehingga melalui IHT ini dapat diterapkan kepada siswa didik kembali untuk memperkuat kesiapan mental karakter pancawaluya menghadapi dunia usaha dan dunia kerja.”
Di jelang akhir acara, para peserta cukup hangat berdiskusi dan bertanya jawab dengan Ahmad Sundoro (Bidang GTK Disdik Jabar), dan sesekali diselingi gelak tawa.





0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.