Benarkah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun sejak awal? Pengalaman mahasiswa KKN di Dusun 1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, menunjukkan bahwa pelaksanaan program di tengah masyarakat tidak selalu berjalan sesuai perkiraan. Berbagai kondisi yang ditemukan di lapangan justru menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan rencana, membangun komunikasi, dan mencari cara agar program tetap dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan warga.
Kegiatan KKN yang berlangsung pada 21 Juli hingga 25 Agustus 2026 tersebut diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah program di bidang pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Namun, sebelum menentukan kegiatan yang akan dijalankan, mahasiswa terlebih dahulu harus memahami kondisi masyarakat dan persoalan yang ada di Dusun 1. Dibawah bimbingan Dr. Muslim Mufti, M. Si
Ketua Kelompok KKN 94 Muhammad Gilman Syakir Arridho didampingi Sekretaris Deftarai Nur Fajriyah mnyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan melalui observasi lapangan, pemetaan sosial, serta komunikasi dengan aparat dusun dan tokoh masyarakat pada 20 hingga 31 Juli 2026. Dari proses awal inilah mahasiswa mulai memperoleh gambaran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari rendahnya literasi pendidikan anak, minimnya pengelolaan UMKM dan ekonomi warga, hingga kondisi lingkungan yang masih kurang terawat.
Temuan di lapangan kemudian tidak langsung diterjemahkan menjadi program kerja. Mahasiswa bersama masyarakat terlebih dahulu membahas persoalan tersebut melalui musyawarah untuk menentukan kebutuhan yang perlu diprioritaskan. Proses ini menjadi bagian penting karena kondisi yang ditemukan selama observasi menjadi dasar dalam menentukan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan.
GAMBAR 1 Rembuk Warga I: Identifikasi Permasalahan Warga Dusun 1
Setelah berbagai persoalan berhasil dipetakan, tahap berikutnya adalah menyusun program yang memungkinkan untuk dilaksanakan selama masa KKN. Pada 2 Agustus 2026, mahasiswa bersama Kepala Dusun, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga melakukan musyawarah untuk membahas rencana kegiatan. Program kemudian disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, potensi dusun, waktu pelaksanaan, sumber daya yang tersedia, serta keterlibatan warga sebagai mitra.
GAMBAR 2 Rembuk Warga II: Pemaparan Rencana Program Kerja
Dari proses tersebut, lahirlah sejumlah kegiatan yang bergerak di tiga bidang utama, yaitu pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Ketika program mulai dilaksanakan, mahasiswa kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa setiap bidang memiliki karakteristik dan tantangannya masing-masing.
Di bidang pendidikan, misalnya, mahasiswa memberikan bimbingan belajar kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6 SDN 1 Cimanggu sekaligus melaksanakan sosialisasi anti-bullying. Kegiatan yang melibatkan anak-anak tersebut tidak selalu mudah karena setiap siswa memiliki karakter dan respons yang berbeda dalam mengikuti pembelajaran.
Kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu mengubah pendekatan agar kegiatan dapat diterima dengan lebih baik. Pendekatan personal dan strategi pembelajaran yang lebih menarik digunakan untuk membangun keterlibatan siswa. Seiring kegiatan berlangsung, antusiasme siswa terlihat meningkat dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih baik.
GAMBAR 3 Sosialisasi Anti-Bullying
Pengalaman di bidang pendidikan tersebut menunjukkan bahwa program yang sudah direncanakan tetap membutuhkan penyesuaian ketika berhadapan dengan kondisi peserta di lapangan. Pola yang hampir sama juga muncul ketika mahasiswa menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bidang ekonomi, mahasiswa mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan logo usaha, pemasaran digital menggunakan TikTok, serta pencantuman lokasi usaha pada Google Maps. Program tersebut disusun sebagai respons terhadap persoalan minimnya pengelolaan UMKM dan ekonomi warga yang ditemukan pada tahap awal.
Namun, upaya mengenalkan pemasaran digital kembali menghadirkan tantangan. Sebagian pelaku UMKM masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai pemanfaatan media digital untuk memasarkan produk. Karena itu, pendampingan tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara langsung dan bertahap agar pelaku usaha dapat memahami penggunaan platform digital dan mulai mempraktikkannya secara mandiri.
GAMBAR 4 Realisasi Pembuatan Google Maps dan Pemasaran Digital
Jika bidang pendidikan menghadirkan tantangan dalam pendekatan kepada peserta dan bidang ekonomi menghadirkan tantangan dalam pemahaman teknologi, persoalan berbeda muncul pada program lingkungan. Di bidang ini, mahasiswa membuat rocket stove sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah di Dusun 1.
Sejak awal, program tersebut membutuhkan pertimbangan teknis yang lebih matang, terutama dalam menentukan lokasi pembangunan. Lokasi harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan warga agar fasilitas yang dibuat dapat dimanfaatkan. Pada saat yang sama, keterbatasan dana membuat mahasiswa perlu menyesuaikan pengadaan bahan, pemilihan material, dan skala pembangunan dengan sumber daya yang tersedia.
GAMBAR 5 Realisasi Pembuatan Rocket Stove
Kendala-kendala tersebut tidak kemudian menghentikan pelaksanaan program. Sebaliknya, mahasiswa melakukan penyesuaian terhadap kondisi yang ada agar kegiatan tetap dapat direalisasikan. Proses inilah yang menjadi salah satu gambaran penting dari pelaksanaan KKN di Dusun 1 Desa Cimanggu, bahwa keberadaan rencana awal tidak berarti seluruh kegiatan dapat berjalan tanpa perubahan.
Dari pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan, mahasiswa menghadapi persoalan yang berbeda. Meski demikian, ketiganya memperlihatkan kebutuhan yang sama, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi masyarakat. Program pendidikan membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakter anak, program ekonomi membutuhkan pendampingan yang bertahap, sedangkan program lingkungan membutuhkan penyesuaian teknis dan pengelolaan sumber daya.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi dilibatkan dalam proses mengenali persoalan, menyusun rencana, menjalankan kegiatan, hingga mengevaluasi proses yang telah dilakukan.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai persoalan yang ada di masyarakat, tetapi juga belajar bahwa solusi yang dirancang sebelum turun ke lapangan dapat membutuhkan penyesuaian. Interaksi dengan warga, kondisi lingkungan, kemampuan peserta, hingga keterbatasan sumber daya menjadi faktor yang turut menentukan bagaimana sebuah program dijalankan.
Pada akhirnya, pelaksanaan KKN di Dusun 1 Desa Cimanggu memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar tentang menyelesaikan program kerja yang telah ditetapkan. Proses tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama mengenali persoalan, menyesuaikan langkah, dan menghadapi berbagai kendala yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Pengalaman ini sekaligus menjadi bahan refleksi bagi pelaksanaan KKN berikutnya. Komunikasi dengan masyarakat perlu diperkuat sejak tahap awal agar kebutuhan warga dapat dipahami dengan lebih baik. Perencanaan anggaran juga perlu dibuat lebih matang dan fleksibel, terutama untuk program yang membutuhkan pengadaan bahan atau alat.
Lebih jauh, keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir menjadi bagian yang tidak kalah penting. Program pemberdayaan ekonomi digital maupun pengelolaan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat agar manfaat yang telah dirintis selama KKN dapat terus dikembangkan secara mandiri.
Dengan demikian, dinamika selama KKN di Dusun 1 Desa Cimanggu bukan hanya menjadi catatan mengenai berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa. Setiap tantangan menjadi bagian dari proses belajar untuk memahami masyarakat secara lebih dekat, menyesuaikan program dengan kebutuhan nyata, dan menjalankan pengabdian berdasarkan kondisi yang benar-benar ditemukan di lapangan.









0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.