728x90 AdSpace

Update
25 Oktober 2017

Cerita Duka Di Tengah Guyuran Hujan Nan Deras

oleh: Hyang Purwa Galuh (Drs. Dodo Suwondo, MM)

Di sebuah sudut pertokoan
si abang pedagang bakso terlihat sedikit gemirang
  dagangannya laku keras diminati mereka yang
merasakan dinginnya hujan ─  semakin diburu pengisi perut
yang sambil menunggu hujan menyurut
begitu cekatan ia, walau tak sampai pula berdo’a agar hujan tak gampang reda,
nampaknya ia menikmati sekali hujan lebat itu.
Ia tak peduli angin kencang, sambaran kilat petir dengan guntur bergelegar.
Baginya hujan kali ini adalah anugrah Tuhan.

Terlihat ia menghitung pengembalian uang bayaran
  dengan serta mulutnya berkamit “Alhamdulillah
Dalam pada itu sering pula dikagetkan oleh kilat yang sepertinya ingin menyambar
  Subhanalloh, dahsyat sekali petir itu!
Sesekali ia menoleh seorang kakek pedagang es lilin,
tak jauh dari tempatnya ─  ia hanya duduk merenung, tak dapat untung
kali ini dagangannya masih utuh, didera guyuran hujan sedari pagi,
raut wajah terlihat kusam, roman sedihnya nampak sekali
walau sesekali terhibur oleh obrolan para pengojeg yang turut berteduh
  mereka mengobrolkan macam-macam, nggak keruan, tak tentu topik
mulai dari berbagai kasus korupsi, ojeg onlen, sampai kedatangan Raja Salman dengan membawa berbagai kemewahan

Kasihan sekali” pikir si abang bakso ─  diliriknya wajah sedih si tukang es lilin lalu ia sodorkan semangkok untuknya.
Ia sengaja sisihkan satu mangkok sambil merapikan dagangannya yang habis laku keras.

Terlihat ia menghitung hasil jualannya, sambil berkamit
Alhamdulillah, ini untuk kebutuhan ibuku di rumah sakit
  sejurus ia berkaca-kaca, ia gemirang, tapi bersedih pula.
Dan, bergegaslah ia pulang karena malam akan menjelang dan dondangan telah kosong kerontang ─  sementara hujan masih kencang
Dalam benaknya, ia menghitung besaran biaya perawayan ibunya,
di rumah sakit,
besok bisa pulang
Malam menjelang ia bergegas darang pada bulan bernasib malang ─  tertawan awan hitam
Ia susuri gang berubin pada teras rumah sakit
tak ia hiraukan bunyi tiktak sepatu perawat, pula para pelayat,
ada nada yang aneh yang terasa dari bunyi pijak kaki
  terdengar ada raung di kamar ujung ─  kamar yang akan dijelang,
jantungnya berdegup kencang ─  dan telinga semakin dipasang

Langkahpun tersangkut pada tangis yang meraung,
ia dapati istrinya, adiknya, kakanya sedang merubung
Ibunya telah tiada tepat pada hujan reda.

Kuningan 14032017
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Cerita Duka Di Tengah Guyuran Hujan Nan Deras Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan