728x90 AdSpace

Update
17 November 2017

Abah Sukardi Berharap Dibuat Monument "Markas Siasat" di Curug Sangiang


Peraih Juara Pencak Silat saat Pembukaan Pasar Baru Kuningan

Kapten Umar Wirahadikusumah (komandan Sub Wehr Kreise II) [Jenderal TNI (Purn.) Umar Wirahadikusumah adalah Wakil Presiden Indonesia keempat (menjabat 1983 - 1988) dan menjadi wakil presiden pertama yang berasal dari suku Sunda]. memberi komando menahan serangan tentara Belanda ke daerah Kuningan. Pusat siasat dan komando dari sebuah curug di Desa Sagarahiang, Curug Sangiang. Hanya berkantor sebuah tenda bivak alakadarnya. Di sana Salamun AT (Batalyon 400) Tentara Pelajar (Kemudian dikenal Pasukan Kelana Sakti Andalan Kapten Umar), Kolonel Ahmad Sanusi, Sambas, Mashud, Roji bertugas dibawah komando Kapten Umar.

suarakuningan.com - Kapten Umar Wirahadikusumah (komandan Sub Wehr Kreise II) [Jenderal TNI (Purn.) Umar Wirahadikusumah adalah Wakil Presiden Indonesia keempat (menjabat 1983 - 1988) dan menjadi wakil presiden pertama yang berasal dari suku Sunda] memberi komando menahan serangan tentara Belanda ke daerah Kuningan. Pusat siasat dan komando dari sebuah curug di Desa Sagarahiang, Curug Sangiang. Hanya berkantor sebuah tenda bivak alakadarnya. Di sana Salamun AT (Batalyon 400) Tentara Pelajar (Kemudian dikenal Pasukan Kelana Sakti Andalan Kapten Umar), Kolonel Ahmad Sanusi, Sambas, Mashud, Roji bertugas dibawah komando Kapten Umar.

Video:  Abah Sukardi Saksi Sejarah Pusat Komando di Curug Sangiang

"Pa Umar menunggang kuda putih saat memantau daerah yang menjadi pertahanan Kuningan. Sementara para perwira lain Kol. Sanusi, dll mengatur pasukan dan rakyat yang turut berjuang mempertahankan sarakan lemah cai (tanah air) Kuningan," demikian kisah Abah Sukardi (82). Lelaki bernama lengkap Soekadi Nata Dipura mini merupakan salah satu sesepuh Desa Sagarahiyang. 

Mata berbinar sesekali kadang raut wajah haru dan sedih bergantian tampak di wajah tuanya saat mengenang perihnya mengambil hak merdeka yang dirampas penjajah.

"Mimpinya, di Curug Sangiang dibuat monument perjuangan "Markas Siasat". ya, itu sekedar harapan," ujar murid Silat Jawara Kuningan, Ki Muhat ini.

Catatan sejarah yang sudah diakui pemerintah yaitu penamaan jalan Kelana Sakti yang menghubungkan Desa Bayuning Kecamatan Kadugede ke Desa Sagarahiyang Kecamatan Darma. "Kelana Sakti" merupakan sebutan bagi tentara pelajar yang turut andil dalam merebut kembali kemerdekaan Indonesia yang terampas.

Di usia senjanya, kegesitan gerakan dan kejelasan bicara, melihat dan mendengarnya masih sangat baik. Kuncinya menjaga kesehatan dengan berjalan kaki. Aktivitasnya ke sawah dan kebun masih dilakoninya tanpa kendala.

"Abah mah titip, jaga, piara, eusi kamerdakaan teh ku pangwangunan, sabab kamerdekaan teh lain hadiah ti penjajah, tapi meunang hese beleke, nya kesang, getih, cimata," pesannya.(red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Abah Sukardi Berharap Dibuat Monument "Markas Siasat" di Curug Sangiang Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan