Iklan Google 728

9 Mei 2019

Olahraga Tetap Jalan Saat Puasa

Oleh: Kang Donis (Dhonyz) PNS di Bagian Humas Setda Kuningan

Olahraga sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. olahraga kini bukan hanya sarana untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, tapi sudah semakin berkembang menjadi saran komunikasi, sosialisasi, bisnis, dan lain sebagainya.

Khusus di bulan Ramadhan, dampak puasa akan langsung terasa karena mempengaruhi rasa lapar dan haus, serta mempengaruhi jam tidur karena umumnya kita dituntut untuk bangun menjelang subuh untuk melaksanakan sahur. Kebiasaan berolahraga pun bisa terpengaruh.

Namun, jika kita melihat dalam beberapa literatur ilmiah mengenai dampak Ramadhan pada kinerja olahraga, banyak yang menyajikan hasil yang bervariasi, bahkan tak jarang yang bertentangan dengan pandangan umum bahwa puasa Ramadhan akan menurunkan performa kita dalam berolahraga.

Buat kita yang bukan merupakan atlet profesional, puasa Ramadan mungkin tidak akan berdampak terlalu besar. Tapi lain halnya bagi mereka yang merupakan olahragawan profesional.

Selama puasa Ramadan, periodisasi yang tepat dari pelatihan ini penting untuk menjaga dan mengoptimalkan kinerja atlet. Penyesuaian pelatihan dapat memiliki dampak luar biasa pada kinerja.

Sedangkan bagi yang bukan atlet, jangan terlalu khawatir jika berpuasa akan menghambat kinerja kita, baik dalam bekerja maupun berolahraga. Asalkan kita melahap sahur, berbuka puasa, dan memiliki jam tidur yang teratur, maka puasa tidak akan menimbulkan dampak negatif jika kita ingin tetap terus berolahraga.

Olahraga sesaat sebelum berbuka puasa sangat terkenal di Indonesia sebagai “ngabuburit”. Memang banyak yang menyarankan agar olahraga dilakukan pada waktu ini, yaitu beberapa saat menjelang berbuka.

Ngabuburit menjadi waktu yang umumnya dikategorikan terbaik karena sisa energi dan cairan tubuh di sore hari yang habis akan dapat langsung dikembalikan dengan makan dan minum saat buka puasa. Disarankan untuk olahraga sore selama 45-90 menit yang bisa kita mulai dari dua jam sebelum berbuka.

Semakin keras kita berolahraga di sore hari, biasanya akan langsung mempengaruhi pada banyaknya asupan nutrisi yang kita masukkan, yaitu berupa makan dan minum, saat berbuka.

Selain ngabuburit, berolahraga sesudah berbuka puasa (pada malam hari) sangat marak dilakukan. Olahraga setelah berbuka dapat dilakukan karena memberikan kesempatan bagi kita untuk makan dan minum sebelum, selama, dan sesudah olahraga.

Olahraga setelah berbuka dapat dilakukan kapan saja, tapi disarankan paling cepat dilakukan satu setengah jam (90 menit) setelah kita berbuka. Pada waktu ini, olahraga jenis apapun, baik olahraga individu, angkat beban, cardio, maupun olahraga permainan, tidak memiliki risiko yang terlalu tinggi jika dibandingkan ketika berolahraga di waktu lainnya ketika berpuasa.

Panjangnya durasi olahraga juga tidak memiliki acuan pasti karena dipengaruhi oleh jenis olahraga dan juga menu nutrisi seperti apa dan sebanyak apa yang kita santap selama berbuka (sebelum kita melakukan olahraga) dan selama melakukan olahraga.

Jadi jangan takut olahraga pada saat puasa sekalipun asal dengan porsi dan waktu yang tepat.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Olahraga Tetap Jalan Saat Puasa Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan