Iklan Google 728

18 Juli 2019

Gempa Dan Gerhana Adalah Pertanda

oleh : Ade Zezen MZM, S.Pd (Guru SMPIT Al-Multazam dan Ketua KAMMI)  

Opini

     Dalam satu pekan, Indonesia mengalami dua fenomena alam secara berturut-turut. Yaitu pertama fenomena alam gempa bumi yang terjadi pada 14 Juli 2019 di Halmahera-Maluku Utara dan pada 17 Juli 2019 di Bali, kedua fenomena alam gerhana bulan yang terjadi pada 17 Juli 2019 bertepatan dengan terus berlangsungnya gempa bumi.

    Dua fenomena alam yang terjadi secara berbarengan tersebut menyisakan sebuah pertanyaan besar bagi kita. Ada apa ini? Pertanda apakah ini?. Karena gempa dan gerhana keduanya adalah kuasa Tuhan, hanya Tuhan yang bisa menghadirkan dua fenomena alam tersebut. Sehingga wajar jika kita bertanya-tanya ada apakah dibalik semua ini? Ada apa gerangan Tuhan menurunkan kuasa-Nya yang menakjubkan itu secara berbarengan?

    Dilansir dari m.cnnindonesia.com bahwa seorang Gubernur Bali berkata bahwa gempa yang terjadi di Bali yang bertepatan dengan terjadinya gerhana merupakan pertanda baik, karena terjadi pada Purnama Kasa (bulan purnama yang pertama menurut penanggalan Bali). Hal tersebut tentu sah saja dikatakan sebagai pendapat yang dikemukakan buah dari pikiran. Namun apakah betul fenomena alam yang terjadi itu merupakan isyarat kebaikan bahkan isyarat membawa keberkahan? Jawabannya belum tentu.

    Kita pasti meyakini bahwa apapun yang terjadi di bumi ini mengandung hikmah, artinya tidak ada yang sia-sia. Itulah yang menjadi keyakinan kita sebagai umat muslim. Hal tersebut berdasarkan Firman Allah:
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia...” (Q.S Shad: 27)

    Maka mencari hikmah dari apa-apa yang telah terjadi adalah diperkenankan, dan mencari jawaban terhadap tujuan hadirnya segala sesuatu adalah diperbolehkan. Tentu dalam hal ini mencari jawaban terhadap apa tujuan Tuhan menurunkan dua fenomena alam di bumi pertiwi ini secara berbarengan, juga diperkenankan.

    Setidaknya ada tiga pertanda (sarana tercapainya tujuan) gempa dan gerhana ini terjadi di bumi pertiwi:

1.    Peringatan agar bermuhasabah
Dari keterangan Ayat Qouliyyah (Firman Tuhan) memandang Ayat Kauniyyah (Gempa) hampir semuanya dikaitkan dengan siksa dan dosa, sebagai contoh;

“Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (Q.S. Al-A’raaf : 78)
Ayat di atas mengisahkan tentang kisah Nabi Sholih dan kaumnya (kaum Tsamud). Mereka mendustakan Rasul Allah dan Allah pun mengazab mereka.

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,” (Q.S. Al-A’raaf : 91)
Tak berbeda dengan kaum Tsamud. Kaum Nabi Syu’aib yakni Madyan. Allah mengazab kaum Madyan karena kedustaan mereka terhadap Rasul-Nya Syu’aib ‘alaihissalam.

Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." (Q.S. Al-A’raaf : 155)

Allah Ta’ala juga mengazab sebagian kaum Musa ‘alaihissalam yang membangkang dan durhaka.
Dari beberapa ayat diatas dapat kita pahami bahwa gempa yang terjadi selalu berkaitan dengan siksa dan dosa. Maka dapat kita pahami bahwa pertanda fenomena alam yang telah terjadi ini merupakan isyarat atau pertanda bagi kita bahwa kita sudah terlalu banyak dosa agar segera beristighfar atau memohon ampun dan bertaubat.

Fenomena alam yang tengah terjadi memberikan peringatan kepada kita agar kita senantiasa bermuhasabah atau mengintropeksi diri sendiri. Apakah gempa ini terjadi karena dosa-dosa kita? Apakah gempa ini terjadi sebagai hukuman atas dosa-dosa yang telah dilakukan? Sebagaimana Allah telah menurunkan gempa kepada kaum tsamud dan madyan sebagai hukuman atau azab?. Teruslah menganggap bahwa gempa adalah bagian dari peringatan Tuhan agar kita senantiasa bermuhasabah atau mengintropeksi diri sendiri dari salah dan dosa. Sehingga saat terjadi gempa yang terlihat adalah dosa yang perlu diinsafi.

2.    Perenungan agar bertambah iman
Fenomena alam yang tengah terjadi merupakan benar-benar kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa. Tak ada satupun manusia yang dapat mencegah fenomena alam tersebut terjadi, apalagi untuk menghadirkannya.
Dengan perenungan terhadap fenomena alam yang telah terjadi (gerhana) maka kita akan mengetahui bahwa alam raya ini ada yang mengaturnya (Allah) dan mengikuti aturan-Nya. Serta keteraturannya menunjukan ke Maha Hebatan-Nya.

“Dan telah Kami tetapkan bagi Bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi Matahari mendapatkan Bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya”. (QS. Yaasin: 39-40)

        Dengan perenungan kita akan meyakini ada yang lebih hebat dan dahsyat dari fenomena alam yang terjadi, yaitu Allah yang telah menghadirkan dan mengaturnya.
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:

“Bahwa ia dikabarkan dari Rasulullah saw., bahwa beliau bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan tidak terjadi gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi keduanya termasuk tanda kebesaran Allah. Maka jika kalian melihat gerhana, kerjakanlah salat.” (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1521)

        Dengan perenungan kita akan bertambah yakin bahwa fenomena alam yang terjadi adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Tuhan. Sehingga saat kita melihat fenomena alam yang terjadi, yang terlihat adalah ke-Maha Besaran Allah, dan bertambah yakin bahwa yang patut disembah hanyalah Allah.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, Matahari dan Bulan. janganlah sembah Matahari maupun Bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fushilat:37)

3.    Perenungan agar bertambah amalFenomena alam yang tengah terjadi yaitu gempa dan gerhana keduanya merupakan bagian dari tanda-tanda datangnya hari kiamat.

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,” (Q.S Az-Zalzalah: 1)

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
“Tatkala terjadi gerhana matahari di masa Nabi saw., beliau bangkit terkejut, takut terjadi kiamat sampai beliau menuju mesjid. Beliau melakukan salat dengan rukuk dan sujud yang lama sekali. Tidak pernah aku melihatnya melakukan salat seperti itu. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kebesaran yang dikirimkan Allah, gerhana ini terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi Allah yang mengirimkannya untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Oleh sebab itu, bila kalian melihatnya, maka bersegeralah ingat kepada-Nya, berdoa dan mohon ampunan-Nya”. (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1518)

        Sedangkan hari kiamat adalah batas akhir dari segala kehidupan di dunia ini sebagaimana yang kita yakini. Itu artinya penggembaraan di dunia sebagai ajang mencari bekal sudah berakhir. Sehingga perenungan semacam ini mau tidak mau akan mengantarkan kita kepada terus memperbanyak amal, karena memaksimalkan waktu yang semakin pendek.

Itulah tiga isyarat atau petanda dari Tuhan yang dapat kita ambil hikmahnya dari fenomena alam yang telah terjadi satu pekan ini. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang husnul khotimah. Aamiin.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Gempa Dan Gerhana Adalah Pertanda Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan