Iklan Google 728

20 September 2019

Tahapan Menyucikan Diri Menurut Al-Ghazali


suarakuningan.com.- Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i atau akrab disapa Imam Ghazali menyebutkan bahwa bersuci memiliki  empat tahapan. Prihal itu disampaikan, Dedi Slamet Riyadi yang menjadi penyaji "Ngaji Kitab Ihya 'Ulumiddin" Edisi Ketiga, yang digelar Al-Ihya Centre Kuningan.

Keempat tahapan bersuci itu di antaranya,  bersuci dari hadas dan najis secara lahiriah, bersuci dari segala jenis kejahatan dan dosa kemudian membiasakan akhlak-akhlak terpuji, menyucikan hati dari akhlak yang tercela, dan menyucikan jiwa dari sesuatu selain Allah Tuhan Yang Mahaesa.

Menurut penyaji, keempat tahap bersuci tersebut harus dilakukan oleh setiap umat islam dalam rangka menyingkap tabir atau penghalang antara manusia dengan Allah Swt. Menurutnya, proses penyucian itu tidak bisa dilakukan salah satu atau sebagiannya saja, melainkan harus secara keseluruhan dari tahap pertama sampai tahap keempat.

"Tidak cukup melakukan tahap pertama atau salah satu tahapan yang lainnya saja. Proses penyucian diri menurut Imam Al Ghazali ini harus semua dan dilakukan terus menerus," kata penyaji yang akrab disapa Dedi Ahimsa ini, Jumat (20/9)

Menurutnya, Sang Khaliq  tidak akan bersemayam di hati manusia, jika manusia tersebut masih memiliki kotoran, baik secara lahiriah maupun batin. Karena itu melalui cara bersuci sebagaimana disebutkan di atas, setiap manusia pada puncaknya diajak supaya terlepas dari segala belenggu dan segala keterikatan selain kepada Allah semata.

"Al-Ghazali mengajak kita untuk mengenal diri sendiri sebagai salah satu cara mengenal Allah. Mengetahui diri sendiri itu salah satunya mengenal keburukan dan kekurangan diri. Setelah mengenal dan mengetahui itu, selanjutnya harus mengevaluasi diri. Karena biasanya kita lebih mengenal kekurangan dan keburukan orang lain daripada keburukan diri sendiri," tuturnya.

Mengingat empat tahapan yang harus dilakukan kontinyu dari awal sampai akhir kemudian kembali lagi ke awal sehingga tidak mengenal ujung tersebut, dia menegaskan, sebagai umat islam tidak boleh cukup merasa suci hanya karena sudah bersuci secara lahir saja. Masing-masing umat harus berupaya secara terus menerus supaya bisa melakukan penyucian diri secara menyeluruh, baik lahir maupun bathin.

"Memang sangat sulit untuk bersuci sampai tahap empat ini. Tantangan dan cobaannya masih sangat berat. Kita belum bisa lepas dari ketergantungan kepada jabatan, kehormatan, uang, dan hal-hal lain selain Allah swt," tegasnya.

Sementara, Ketua DKM Masjid Al-Ihya Centre Unisa, yang sekaligus Direktur Al-Ihya Centre Kuningan, Sopandi menerangkan, ngaji Kitab Ihya 'Ulumiddin dilakukan dalam rangka menghidupkan semangat yang dipesankan dalam kitab tersebut. Menurutnya, semangat menghidupkan ilmu-ilmu agama (Ihya 'Ulumiddin) saat ini nampak seolah berkurang atau jauh tertinggal oleh  sebagian umat lebih fokus pada perdebatan  ilmu-ilmu agama atau beragama hanya sekedar simbolis saja.

"Ini dalam rangka ikhtiar, forum belajar bersama. Mudah-mudahan dengan gelaran ngaji ini kami, secara khusus, bisa belajar lebih baik," tuturnya.(Humas Al Ihya Center/red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Tahapan Menyucikan Diri Menurut Al-Ghazali Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan