728x90 AdSpace

Update
8 Februari 2020

Wartawan Cat Tugu PWI Kuningan yang Tidak Terurus


Suarakuningan - Sejumlah wartawan Sabtu (8/2), melakukan pengecatan Tugu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan yang sudah tidak terurus. Karena ketika  pembangunan tahun 1991, berada di wilayah Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus tetapi terjadi pemekaran. Dan sekarang, secara administratif berada di Desa Bandorasa Wetan.

Kegiatan yang dilakukan para pemburu berita untuk mengenang dan melestarikan tugu monumental yang memiliki sejarah tinggi bagi kalangan wartawan Kota Kuda tersebut, sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 PWI dan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020.

“Kebetulan ada usul dari salah satu anggota, Kang Ajun Mahrudin supaya pada momentum HUT PWI dan HPN kali ini, dilakukan pengecatan Tugu PWI Kuningan di jalur jalan wisata Linggarjati karena ketika jalan kaki tahun 2018 lalu, melihat kondisi bangunan tersebut sudah tidak terurus.

Dengan berbagai pertimbangan akan pentingnya monumental yang perlu dijaga dan dilestarikan, maka sejumlah wartawan melakukan pengecatan pada Tugu PWI Kuningan dengan ukuran 1,5 x 1 meter persegi,” ujar Ketua PWI Kabupaten Kuningan, Iyan Irwandi didampingi Ketua Panitia Pelaksana HPN, Nunung Khazanah.

Dikatakan lulusan terbaik Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) tingkat Jawa Barat, Tugu PWI Kuningan yang dibangun 29 tahun silam oleh pengurus sebelumnya di era tahun 1991, memiliki nilai sejarah tinggi yang tidak bisa dilupakan atau diabaikan begitu saja. Karena berkaitan dengan keikutsertaan dalam peringatan 45 tahun Perundingan Linggarjati.

Di samping itu, untuk membangunnya pun melalui proses yang cukup panjang. Termasuk diskusi dan komunikasi dengan Kepala Desa Linggarjati, Eno Kusnadi dan Camat Cilimus, H. Aman Suryaman. Serta meyakinkan Bupati Kuningan, H. Subandi yang menjabat saat itu dan sporsorship PT Djarum Super. Sedangkan tugu itu sendiri, dibangun di era kepemimpinan Ketua PWI Kabupaten Kuningan, H. Toto Santosa, Sekretaris H. Wawan Hermawan, Jr., dan Bendahara, almarhum Willy Kusumah.

Mantan Ketua PWI Kabupaten Kuningan, H. Toto Santosa menerangkan riwayat singkat pembuatan tugu tersebut. Awalnya pada Pebruari 1991, ia bersama pengurus berencana ikutserta dalam peringatan ke-45 Perundingan Linggarjati sehingga menyusun program pembangunan Tugu PWI Kuningan.

Maka dari itu, berdiskusi dengan Kepala Desa Linggarjati, Eno Kusnadi dan Camat Cilimus, H. Aman Suryaman. Ternyata disambut baik sehingga pengurus PWI menghadap Bupati Kuningan, H. Subandi. Lalu, diberikan surat sponsorship untuk disampaikan ke PT Djarum Super.

Alhasil, diberi bantuan sebesar Rp 2 juta melalui kantor perwakilannya di Cirebon. Sehingga dalam kurun waktu sebulan, pembangunan tugu yang bagian depan berlambang logo PWI dan belakangnya bergambar PT Djarum Super, dapat dituntaskan. Selanjutnya, sesuai kesepakatan, untuk pemeliharaannya diserahkan pada Pemerintah Desa Linggarjati.

Kepala Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus, Unang mengatakan, ketika dirinya masih kuliah, diperintahkan oleh ayahnya, Eno Kusnadi untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan Tugu PWI Kabupaten Kuningan di jalur jalan Desa Linggarjati sehingga sempat kaget saat  melihat sejumlah orang tengah melakukan pengecatan.

Namun saat mendekat, ternyata para wartawan yang sebagian besar dikenalinya. Ia pun menceritakan, bahwa dulunya bangunan tersebut masuk Desa Linggarjati tetapi dalam perkembangannya, terjadi pemekaran menjadi beberapa desa. Dan sekarang, secara administratif, Tugu PWI Kuningan berada di wilayah Desa Bandorasa Wetan.(PWI/red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Wartawan Cat Tugu PWI Kuningan yang Tidak Terurus Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan