728x90 AdSpace

Update
21 Maret 2020

Respon dan Kendala Pembelajaran Daring SBK di SMAN 2 Kuningan

oleh : Dr. Izah, M.Pd 

Materi pembelajaran yang disampaikan melalui pembelajaran Daring untuk periode 16-20 Maret 2020 mencakup tentang teknik berkarya seni rupa Applied Art (Seni Terapan) dua dimensi dengan aplikasi teknik batik Eco-print untuk kelas dan program XI MIPA 6-7 dan teknik batik Gutha Tamarin untuk kelas dan program X IPA IPS. 

Teknik dalam materi pembelajaran ini lebih mengedepankan skill atau keterampilan siswa dalam mengaplikasikan tema-tema yang bernuansa alam seperti bunga atupun tumbuhan lainnya. Tema-tema tersebut kemudian dideformasikan ke dalam bentuk-bentuk motif batik alam pada Gutha Tamarin. 

Pada Eco-print tidak terdapat deformasi karena motif batik terbentuk secara natural dari bentuk yang sebenarnya. Pada Eco-Print motif divisualisasikan melalui teknik penatahan objek di atas kain. Kedua teknik batik ini bertujuan untuk menghasilkan karya seni visual dua dimensi yang indah (memiliki nilai estetis). Keindahan yang tercipta diharapkan akan dapat mencapai tataran kasat mata yang tersusun dari berbagai komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, serta penempatan objek yang dapat membentuk kesatuan secara keseluruhan. 

Teknik yang digunakan adalah teknik painting manual (baik pada Eco-Print ataupun Gutha Tamarin) dengan menggunakan biji asem sebagai malam dingin (pada Gutha Tamarin) dan daun atau bunga segar (pada Eco-Print). Biji asem sebagai malam dingin berfungsi menjadi pembatas garis-garis atau gesture motif objek sesuai dengan tema yang dipilih. Sedangkan pada Eco-Print tidak menggunakan malam karena motif batik langsung dihasilkan dari hasil cetak daun atau bunga pada kain. 

Jenis kain yang digunkan tentu disesuaikna dengan jenis warna disperse sebagai warna reaktif pada batik Gutha Tamarin di kelas dan program X IPA-IPS. Pada teknik Eco-Print kelas dan program XI IPA 6-7 dapat menggunakan jenis kain bebas (tanpa bersifat reaktif). Teknik finishing pada Gutha Tamarin dilakukan dengan cara mengelupas bagian Gutha (malam dingin), jika kondisi sudah mengering dan sudah diberi warna disperse. 

Foto Hasil Karya Siswa Kelas XI (Gutha Tamarin)
Sedangkan pada Eco-Print teknik finishing cukup dengan menjemur kain yang sudah dimotif dengan daun atau alam. Metode pembelajaran yang digunakan dalam Daring ini menggunkan metode komunikasi Virtual yakni sebuah metode atau cara yang digunkan untuk penyampaian pesan yang dilakukan dengan menggunakan internet atau melalui dunia maya (cyberspace). 

Masing-masing kelas dalam group SBK diparsialkan, dan komunikasi pembelajaran ditransformasikan secara sistematis. Jenis komunikasi ini sebagai bentuk social network / jejaring sosial sinkron. Text chat sebagai fitur dan aplikasi yang digunakan difungsikan untuk komunikasi teks pengiriman pesan materi pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 2 Kuningan sehingga menjadi jalinan komunikasi pembelajaran teks chatting. 

Text chat yang digunakan untuk mengakses pembelajaran Daring SBK di SMA Negeri 2 Kuningan sebagai sebuah fitur program atau aplikasi dalam jaringan internet untuk berkomunikasi dan bersosialisasi langsung dengan seluruh siswa kelas X IPA-IPS dan XI IPA 6-7 SMA Negeri 2 Kuningan menunjukan respon feedback yang baik antara penyampaian pesan (guru bidang studi) dengan penerima pesan (siswa). 

Tampak pula adanya kendali terpusat dari guru bidang studi (sebagai penyampai pesan) dalam mengatur petunjuk teknis pembelajaran (batik Gutha Tamarind an Eco-Print). Respon Daring inipun menunjukan adanya ekspresi emosional dari individu atau kelompok (siswa). 

Kendala pembelajaran Daring untuk SBK kelas X dan kelas XI SMA Negeri 2 Kuningan tidak bersifat menyeluruh, namun hanya pada bagian-bagian tertentu. Seperti pada bagian partisipasi komunikasi. Hal ini disebabkan fitur aplikasi hanya menggunakan jenis komunikasi sumber text chat dalam social network. 

Kapasitas komunikasi dalam bentuk file gambar (hasil karya siswa) pada bidang studi SBK terbatas hanya beberapa karya yang dapat disampaikan sebagai bukti proses Daring dan skill (keterampilan) secara objektif. Video chat tidak dapat ditampilkan secara keseluruhan karena kapasitas jumlah karya siswa tidak memungkinkan dimuat dalam fitur daring ini.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Respon dan Kendala Pembelajaran Daring SBK di SMAN 2 Kuningan Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan