728x90 AdSpace


 

Update
22 April 2021

Renungan Hari Bumi 2021, Sampah Plastik Ancaman Serius

suarakuningan.com Sejarah Hari Bumi dimulai pada tahun 1970 saat itu gerakan lingkungan modern dimulai yang dipicu oleh beberapa peristiwa pada tahun 1960-an, yakni dari sebuah buku  Silent Spring karya Rachel Carson tahun 1962 yang viral di 24 negara dan terjual 500.000 eksemplar yang mengkritik ketidakpedulian masyarakat dengan lingkungan.

Kemudian pada Tahun 1969 terjadi tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California. Senator Gaylord Nelson dari Wisconsin, yang telah lama memperhatikan memburuknya lingkungan di Amerika Serikat, menggagas aksi turun ke jalan besar-besaran.

Hingga akhirnya 20 juta orang Amerika turun ke jalan pada 22 April  tahun 1990 di berbagai kota berpawai soal kepedulian lingkungan dan menjadi Hari Bumi pertama.

Menurut Sekretaris Gema Jabar Hejo DPD Kuningan, Nanang Surbarnas, S.Hut merasa prihatin dengan peringatan Hari Bumi yang diadakan  setiap tahun, sementara penggunaan kantung plastik masih terus berlangsung. "Setiap hari kita beli sesuatu dengan kantung plastik dan dibuang. Benar seperti kata teman kita, yang sulit itu merubah perilaku manusia agar peduli pada kondisi alam dari hal terkecil,"ujarnya.

Menurutnya, satu plastik yang dibuang satu orang per hari, akan jadi gunung plastik jika dilakukan oleh semua orang di dunia. "Maka untuk merubah perilaku masyarakat saat ini disamping dengan berbagai sosialisasi, ajakan dimulai dari usia anak, juga dengan adanya regulasi / kebijakan pemerintah yang dilaksanakan dengan ketat,"jelasnya.

Pihaknya meminta agar pemerintah membuat aturan larangan belanja dengan kantung plastik. "Atau bikin aturan perda non plastik di berbagai aktifitas masyarakat. Dan itu sebaiknya jangan ditunda lagi,"tambahnya.

Nanang berharap kita terlindung dari kerusakan bumi yang kita ciptakan sendiri."Karena apabila kita merusak alam, maka dia akan memperbaikin dirinya sendiri. Bersiap saja akan ada banyak bencana apabila kita tidak menjaga dan mengajak anak kita untuk melestarikan lingkungan,"kata Sekretaris GJH DPD Kuningan.

Untuk menjaga bumi, Wakil Bupati Kuningan, H M Ridho Suganda mengatakan di Pemerintah Daerah sendiri, sebaiknya tidak lagi menggunakan minuman yang nantinya akan menghasilkan sampah plasti. "Untuk saat ini memang di kantor - kantor masih menyediakan minuman-minuman yang tempatnya terbuat dari plastik, Insya Allah nanti setelah Ramadhan, Kita tidak menyediakannya lagi,"ujarnya.

Untuk mengurangi sampah plastik ke depan pihaknya akan membuat Perda tentang pelarangan penggunaan sampah plastik, khususnya di toko - toko modern,dsb. "Jadi nanti kalau belanja Kita harus membawa kantong sendiri, untuk menguranginya,"terang Wabup Kuningan.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, dalam sehari, jumlah sampah plastik yang dapat didaur ulang mencapai 6.400 ton di seluruh Jabar.(Ark)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Renungan Hari Bumi 2021, Sampah Plastik Ancaman Serius Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan