Hot News
14 Februari 2026

Kamuning Fest Pererat Sinergi Edukasi dan Dorong Generasi Adaptif di Era AI


Suaraluningan (SK).-
Organisasi daerah Keluarga Mahasiswa Kuningan (KAMUNING) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan Kamuning Fest 2026 yang bertempat di Wisma Permata, Kabupaten Kuningan, pada Minggu (08/02). kegiatan ini menjadi momentum yang istimewa karena dilatarbelakangi untuk merayakan milangkala kamuning yang ke-13 dengan rangkaian kegiatan yaitu expo kampus, open tenant, serta dies natalis KAMUNING yang ke-13 dirangkaikan dengan seminar bertema "etika dan masa depan: bertahan hidup di era AI".
Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, sambutan sambutan, Dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan serta pencapaian KAMUNING hingga di usia yang ke-13 tahun ini.
Ketua Pelaksana Kamuning Fest 2026, Ilyas Rasyid, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya acara tidak terlepas dari kontribusi waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah diberikan oleh seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta pikiran sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tanpa kerja sama dan komitmen mereka, acara ini tidak mungkin terselenggara. Persiapan Kamuning Fest 2026 telah dimulai sejak akhir Desember 2025, kemudian dilanjutkan dengan berbagai tahapan progres pada Januari, hingga akhirnya pada Februari ini kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana", ujarnya 
Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Kuningan (KAMUNING) Periode 2025- 2026, Syehan Al Muslim, menyampaikan rasa syukur atas keberlanjutan kontribusi KAMUNING bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saya mengucapkan rasa syukur yang mendalam karena hingga saat ini KAMUNING terus menebar kebermanfaatan, tidak hanya bagi masyarakat luas tetapi juga bagi generasi muda. Perayaan Kamuning Fest tahun ini menjadi momentum hari jadi KAMUNING yang ke-13. Tiga belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat, melainkan jejak panjang yang mencerminkan ketekunan, konsistensi, serta keberanian untuk tetap bertahan di tengah perubahan zaman. KAMUNING lahir dari rasa cinta dan kepedulian terhadap tanah kelahiran. Sebagai mahasiswa, kita memiliki tanggung jawab dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Nilai pengabdian tersebut kami aktualisasikan melalui Kamuning Fest dengan menghadirkan seminar sebagai upaya meningkatkan kecerdasan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa kini,” ujarnya
Syehan Al Muslim turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dan media partner yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Kamuning Fest 2026.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada para sponsor serta media partner atas dukungan yang diberikan. Tanpa kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak, upaya yang kami perjuangkan tidak akan dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Syehan Al Muslim juga menyoroti pentingnya pembahasan mengenai etika dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.
“Tema seminar ‘Etika dan Masa Depan di Era AI’ diangkat bukan tanpa alasan. Saat ini dunia bergerak sangat cepat, dan teknologi menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi. Kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia berpikir, bekerja, dan mengambil keputusan. Namun, di tengah kemajuan tersebut, terdapat nilai-nilai yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu etika, moral, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, kami berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman yang seimbang antara pemanfaatan teknologi dan kesadaran akan pentingnya nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Dewan Pembina Keluarga Mahasiswa Kuningan (KAMUNING), Imin Rohimin, M.Pd., M.Ag., menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap mahasiswa Kuningan telah terjalin secara konsisten dari masa ke masa. Menurutnya, berbagai bentuk fasilitasi dan dukungan yang diberikan menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan potensi mahasiswa, baik yang berada di dalam maupun di luar daerah. 
“Kontribusi pemerintah daerah terhadap mahasiswa Kuningan sangat besar dan perlu terus dirawat melalui komunikasi serta kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjaga sehingga para mahasiswa tetap mendapatkan bimbingan selama menempuh pendidikan. Kelak, setelah menyelesaikan studi, mereka diharapkan dapat kembali ke daerah untuk memberikan pemikiran dan kontribusi nyata bagi pembangunan,” ujarnya.
Dalam pandangannya, mahasiswa saat ini dihadapkan pada realitas perubahan yang tidak dapat dihindari. Perubahan merupakan bagian dari dinamika kehidupan yang menuntut kesiapan setiap individu untuk beradaptasi.
“Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dunia terus bergerak secara dinamis, dan masa depan harus dipersiapkan mulai dari sekarang. Sebagaimana firman Allah SWT, ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.’ Pesan ini menegaskan pentingnya inisiatif dan kesiapan pribadi maupun kolektif dalam menghadapi transformasi zaman,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa era digital, revolusi industri, hingga hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan bentuk transformasi yang menuntut kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan mampu mengembangkan pola pikir, keterampilan, serta etos kerja yang selaras dengan tuntutan perubahan.
“Melalui kepemimpinan dan kolaborasi yang kuat, perbedaan latar belakang profesi bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Dengan kemampuan berpikir yang baik, perilaku yang adaptif, serta komitmen dalam berkarya, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan secara optimis dan produktif,” tutupnya.                                                                                            
Staf Ahli Bupati Kuningan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs. Agus Basuki, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kamuning Fest yang dinilai sebagai wujud komitmen mahasiswa dalam menjaga semangat persatuan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Pemerintah Kabupaten Kuningan memandang kegiatan ini sebagai bukti nyata komitmen mahasiswa dalam memperkuat solidaritas, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menghadirkan pengabdian kepada masyarakat. Keberadaan organisasi mahasiswa daerah seperti KAMUNING menjadi ruang pembentukan karakter yang demokratis dan intelektual bagi generasi muda Kuningan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change sekaligus kontrol sosial yang diharapkan mampu membawa gagasan kreatif serta inovatif bagi kemajuan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan dan aktivitas kepemudaan yang berdampak positif.
“Kemajuan daerah tidak dapat dicapai tanpa sinergi antara pemerintah dan generasi muda. Kami mendorong seluruh mahasiswa serta organisasi kepemudaan untuk terus berkolaborasi, menjaga semangat kebersamaan, dan berkontribusi aktif di mana pun berada,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengucapkan selamat atas Dies Natalis KAMUNING ke-13 serta berharap organisasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Selamat atas perjalanan 13 tahun KAMUNING. Semoga ke depan organisasi ini semakin progresif, memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, dunia akademik, serta masyarakat Kabupaten Kuningan. Kami berharap seluruh upaya dan pengabdian yang telah dilakukan mendapat balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.                                                                             
Pelaksana Tugas (Plt.)Kepala Dinas Koperasi,UKM,Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.MPd., turut memberikan sambutan dan motivasi kepada para mahasiswa agar terus berproses dan mengenali potensi diri sebagai bekal meraih kesuksesan.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa masa mahasiswa merupakan fase transformasi dari tidak mengetahui menjadi ingin tahu, serta dari tidak mampu menjadi mampu. Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan.
“Menjadi pribadi yang sukses pada dasarnya tidaklah sulit. Namun, banyak yang gagal karena belum mampu mengenali potensi dirinya sendiri. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami kelebihan sekaligus menyadari kekurangan yang dimiliki. Dengan mengenal diri sendiri, setiap individu akan lebih mudah menentukan arah dan langkah menuju masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah kemajuan teknologi yang memungkinkan seseorang melihat dunia lebih luas, mahasiswa tidak boleh melupakan lingkungan terdekat sebagai ruang belajar dan bertumbuh. Kemampuan beradaptasi serta kemauan untuk terus mengembangkan diri menjadi faktor pembeda antara mereka yang berhasil dan yang tidak.
Lebih lanjut, Dr. Elon Carlan berharap para mahasiswa dapat menjadi generasi yang lebih unggul di masa mendatang serta mampu melampaui capaian generasi sebelumnya.
“Saya berharap para mahasiswa dapat terus mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri sejak sekarang. Bukan tidak mungkin di masa depan akan lahir pemimpin, pengusaha, maupun tokoh berpengaruh dari generasi ini. Kuncinya adalah keberanian untuk mengenali diri sendiri dan komitmen untuk terus berkembang,” tutupnya.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Seminar yang di bawakan oleh Sekretaris pimpinan kepala dinas sosial Teguh Raisul Parik, S.Hut kemudian ditutup dengan penampilan spesial guest star dari band fourion music acara berjalan dengan lancar dan meriah serta dapat respon positif dari para peserta yang hadir “Perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, sehingga kita dituntut untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat pola pikir kritis. Namun, di balik kemajuan tersebut, nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial harus tetap menjadi landasan dalam setiap pemanfaatan teknologi,” jelasnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta memanfaatkan AI secara bijak sebagai sarana pendukung dalam berkarya.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan kesiapan dan pemahaman yang baik, generasi muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tutupnya.                                              
Next
This is the most recent post.
Posting Lama
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Kamuning Fest Pererat Sinergi Edukasi dan Dorong Generasi Adaptif di Era AI Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan