728x90 AdSpace

30 Desember 2018

Konci Refleksikan Ide-Ide Gus Dur

Ket. Refleksi Akhir Tahun 2018 dan Haul Gus Dur ke-9 yang digelar KONCI
suarakuningan.com - Mengenang dan meneladani sikap serta gagasan almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sekelompok anak muda Kuningan yang tergabung dalam Kolong Ciremai Institute (KONCI) menggelar “Refleksi Akhir Tahun 2018 dan Haul Gus Dur ke-9”.

Acara dilaksanakan di Kedai Kopi Villa Kampung Gunung Kuningan, Sabtu (30/12), menghadirkan dua pemantik atau narasumber, yaitu Dedi Slamet Riyadi atau lebih akrab disapa Dedi Ahimsa dan Arif Budiman. Kedua narasumber tersebut banyak terlibat di dunia literasi, termasuk tentang Gus Dur.

Dedi Ahimsa adalah lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Saat ini dia adalah Kepala KUA Kecamatan Lebakwangi Kuningan. Di luar itu, dia juga aktif menerjemahkan beberapa buku dari Bahasa Inggris dan Arab untuk penerbit nasional. 

Seperti halnya Dedi, Arif Budiman adalah lulusan S-1 dan S-2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Saat ini dia bekerja sebagai staf dan dosen di Universitas Islam Al-Ihya sekaligus pegiat Konci. Penelitiannya tentang Gus Dur dia selesaikan ketika mengakhiri masa S-1 di Bandung.  

Koordinator Konci, Ceng Pandi menerangkan, refleksi tersebut mengangkat tema “Pesan Gus Dur untuk Generasi Milenial”. Menurutnya, penting kembali membaca dan merefleksikan ide-ide Gus Dur, karena masih sangat relevan untuk diterapkan atau ditauladani oleh generasi saat ini.

“Meskipun beliau sudah wafat sembilan tahun silam, atau meskipun ide-idenya disampaikan puluhan tahun yang lalu, tetapi tetap relevan untuk diterapkan saat ini,” kata Pandi.

Yang patut dicontoh oleh generasi saat ini, lanjut dia, Gus Dur mampu menyelesaikan persoalan yang ada dalam dirinya sendiri. Demi menjunjung tinggi kemanusiaan, Gus Dur rela atau seolah tak peduli, berapa banyak orang mencela atau mengeritiknya. Bahkan, Gus Dur tidak ragu untuk mengorbankan citra dirinya, hanya untuk membela korban yang seharusnya dibela.

“Citra diri yang baik atau image adalah barang mahal bagi siapapun, apalagi bagi politisi. Hal itu tidak berarti bagi Gus Dur. Nah ini yang harus dicontoh oleh generasi saat ini. Jangan sampai justru lebih menjaga image sendiri, dan bernaung dalam kemunafikan,” tuturnya.

Menurutnya, hal yang lebih penting dicontoh dari Gus Dur, adalah kearifannya dalam menyikapi keberagaman yang terjadi di masyarakat. Apapun perbedaan yang terjadi di masyarakat, disikapinya dengan arif dan bijaksana. Hal itu jauh berbeda dengan apa yang terjadi saat ini, dimana perbedaan cenderung dibesar-besarkan sehingga memicu perpecahan.

“Dari Gus Dur kita juga belajar bagaimana cara beragama yang baik melalui gagasan pribumisasi islamnya. Cara ini adalah bagaimana kita beragama dengan tetap menjunjung tinggi budaya sendiri,” tambahnya lagi.

Memilih tokoh bangsa sekaliber Gus Dur sebagai bahan refleksi, Pandi beralasan, karena Desember, tepatnya tanggal 30 adalah bulan wafatnya Gus Dur. Menurutnya, sebagai bentuk penghormatan generasi bangsa terhadap Guru Bangsa sekaligus Presiden RI Ke-4 tersebut, upaya tersebut penting dilakukan, termasuk di Kabupaten Kuningan.

“Tidak hanya Gus Dur, kami bersama teman-teman di Konci berupaya menghadirkan ide dan gagasan siapapun, termasuk para pendahulu bangsa, yang relevan bagi kondisi berbangsa, beragama, dan bermasyarakat saat ini,” tuturnya.(humas Konci/red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Konci Refleksikan Ide-Ide Gus Dur Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan