728x90 AdSpace

Update
14 Agustus 2016

Dengan Bubuk Cabe Merah Gunungkarung Upaya Hadapi MEA




SuaraKuningan.com – Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau dalam forum Internasional disebut ASEAN Economic Community (AEC) merupakan salah satu pilar dari ASEAN Vision 2020 dan telah berjalan sekitar 8 bulan sejak diberlakukan Desember tahun lalu. Ini menjadi ajang peluang sekaligus ancaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Kabupaten Kuningan. Karena MEA merupakan sebuah integrasi ekonomi ASEAN untuk menghadapi Free Trade Area atau Pasar Bebas antar negara-negara ASEAN. 

Warga Kuningan bisa memanfaatkan persaingan MEA menjadi sebuah peluang besar dengan memaksimalkan potensi wirausaha di sektor small medium enterprise atau UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), apalagi jika didukung dengan kreatifitas yang unik. Dampak pemberlakuan MEA sudah terasa oleh masyarakat, terutama masyarakat Kuningan, ada yang mempersiapkannya dengan baik, ada juga yang masih berleha-leha karena kurangnya informasi. 

Sebagai contoh, satu keluarga di Desa Gunungkarung Kecamatan Luragung tengah mengembangkan bisnis “Bubuk Cabe Merah”, UMKM ini telah berjalan satu tahun ke belakang dengan memanfaatkan cabai merah yang tidak terpakai dan berserakan di Pasar yang kemudian dikumpulkan.

“Setelah terkumpul cabai tersebut dicuci bersih kemudian dijemur hingga kering dan terpisah antara kulit sama bijinya. Jika sudah terpisah biji cabenya dibuang, kulitnya digiling halus, kemudian dikemas dan dipasarkan," Ujar Ibu Darsiti menjelaskan tahapan pembuatan bubuk cabai merah. 

Untuk menghadapi pasar bebas ASEAN, upaya promosi sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Ibu Darsiti, Owner “Bubuk Cabe Merah”, yang sekarang telah merenggut pasar Luragung, Cidahu, Ciawigebang dan pasar-pasar lain yang ada di Kuningan. Untuk mengembangkan bisnisnya Ibu Darsiti bekerjasama dengan Karang Taruna Desa Gunungkarung dengan mendukung gerakan “One Village One Brand” yang sekarang sedang diproses. Sehingga diharapkan munculnya pengusaha-pengusaha muda yang masuk ke dalam program Branding tersebut. 

“Karena dengan Branding produk-produk dari UMKM yang ada di Desa Gunungkarung akan lebih memikat pembeli”, Ujar Kang Eman, salah seorang anggota KT Desa Gunungkarung. Branding akan lebih memberikan kepercayaan kepada pembeli, dan meningkatkan produktifitas UMKM tersebut.*** (Kng/GK/Eman Sukmana/Kontrbutor)

Penulis adalah Warga Desa Gunungkarung Kec. Luragung Sarjana Hukum yang tengah menempuh Pendidikan S2 di Trisakti - Jakarta
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Dengan Bubuk Cabe Merah Gunungkarung Upaya Hadapi MEA Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan