728x90 AdSpace

-->
Update
6 Agustus 2016

Pantang Menolak Anak Kaki Gunung

Penulis : Benning Rizahra (Kuningan, Jawa Barat)
Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa

SuaraKuningan.com - Sudah memasuki bulan Agustus. Ada sejarah penting pada bulan ini yaitu 71 tahun yang lalu, Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Berbagai peringatan kemerdekaan dilaksanakan berbagai kalangan sebagai bentuk bangga dan memperingatkan diri bahwa dulu banyak pejuang yang susah payah untuk membuat Indonesia merdeka seperti sekarang sehingga peringatan kemerdekaan ini diharapkan menjadikan diri pribadi lebih baik lagi sebagai generasi penerus bangsa.

Sama seperti halnya anak-anak MI Al-Ikhlas yang begitu antusias untuk memperingatinya. Lokasi sekolah yang berada dikaki gunung ini beralamat di kampung Gunung Putri desa Sukatani kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Cekatan bermain sandi balok
Sudah 6 bulan saya mengabdi di sekolah yang inspiratif ini sebagai Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia dari Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa. Anak-anak yang selalu terus dimotivasi agar menjadi generasi penerus bangsa yang baik membuat semangat anak-anak meludak dibulan Agustus ini.

Selain persiapan untuk hari kemerdekaan, sekolah juga akan berpartisipasi untuk mengikuti hari Pramuka ke 55 yang akan diselenggarakan mulai tanggal 12 Agustus sampai 14 Agustus. Anak-anak yang terpilih untuk mengikuti perkemahan ini begitu luarbiasa semangatnya.
Berbagai kesibukan yang saya laksanakan beberapa pekan lalu sampai sekarang membuat kondisi badan perlu istirahat. Namun kegiatan di sekolah tidak dapat ditinggalkan dan saya harus tetap pergi ke sekolah.

Usai pulang sekolah, rencananya beristirahat supaya setiap paginya masih bisa pergi ke sekolah, namun apadaya, anak-anak yang sedang menggebu semangatnya untuk latihan pramuka datang ke rumah. Ya, mereka datang bukan untuk menjenguk melainkan mengajak saya untuk berlatih pramuka.

Melihat semangat mereka yang menjemput saya ke rumah dari sekolah dengan melewati perkebunan, membuat saya pantang menolak untuk berlatih bersama mereka walaupun kondisi badan menolak.

Tidak tahu apa yang bisa membuat badan ini berdiri kokoh didepan anak-anak dan senyum yang terus merekah. Badan yang berdiri kokoh dan senyum yang terus merekah melihat mereka semangat berlatih tanpa rasa lelah.

Sesekali mereka menyadari kondisi saya dan mereka meminta saya istirahat, namun kembali perasaan tidak tahu menggelayuti perasaan ini ketika saya menolak untuk istirahat. Hanya rasa bangga yang selalu hadir dan terus bersemangat melihat anak-anak yang semangat setiap harinya.

Latihan Pramuka ini kita jalani setiap hari sepulang sekolah. Tidak terlihat rasa lelah diwajahnya, namun yang ada semangat dan kekompakan mereka yang semakin menggelora. Ditambah dengan informasi bahwa anak-anak ini akan menjadi  pengibar bendera pada saat perayaan hari kemerdekaan nanti yang akan kita selenggarakan sendiri di sekolah dengan mengundang 3 sekolah lainnya. Terpancar semangat dan rasa bangga diwajahnya, membuat mereka terlihat begitu spesial dihati saya.

Melihat itu semua,  pantang bagi saya menolak anak-anak kaki gunung ini hanya karena kondisi badan yang butuh istirahat. Semoga proses yang sedang dijalani anak-anak ini menjadi bekal untuknya dalam menjalankan hidupnya menjadi generasi bangsa.
Salam Pramuka!!!
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Pantang Menolak Anak Kaki Gunung Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan