728x90 AdSpace

Update
25 September 2016

Berapa Jumlah Penduduk Kuningan di Masa Penjajahan Belanda?


oleh: Tendy Chaskey

Penulis adalah Orang Kuningan, Alumnus Intercultural Leadership Camp Programme, Victoria University of Wellington, New Zealand. Saat ini tengah menempuh Program Doktoral.

SuaraKuningan.com - Seiring berjalannya waktu, penduduk suatu tempat dan daerah akan terus berubah. Bisa bertambah dan (kemungkinan kecil) bisa berkurang. Untuk menghitung perubahan angka demografis tersebut, pihak yang berwenang biasanya melakukan kegiatan sensus penduduk.

Sensus sendiri adalah sebuah proses yang sengaja dilakukan guna mendapatkan gambaran informasi mengenai anggota suatu populasi. Dalam hal ini, objek sensus tidak hanya bersifat baku terhadap manusia saja, namun bisa juga ditujukan pada objek-objek lainnya. Sensus yang berkenaan dengan upaya penghitungan populasi manusia dikenal pula dengan sebutan cacah jiwa.

Berkaca pada data sensus penduduk terakhir, jumlah penduduk Indonesia telah mencapai angka yang fantastis, yaitu 237.556.363 orang. Jumlah yang sangat besar itu terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan, membawa Indonesia ke kelompok big four-nya negara-negara dengan warga terbanyak sedunia itu.

Adapun Kabupaten Kuningan, menurut data yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik Provinsi dalam Jawa Barat dalam Angka 2014, penduduk yang tersebar di wilayah ini telah berjumlah sebanyak 1.042.789 jiwa. Angka tersebut terbilang cukup kecil sehingga Kuningan pun menempati jajaran kabupaten yang memiliki penduduk paling sedikit di Jawa Barat, di samping Purwakarta.

Itu adalah gambaran sekilas mengenai jumlah penduduk Kuningan yang ada di era yang kontemporer. Lalu bagaimana deskripsi warga Kuningan di masa lalu, apakah ada data-datanya yang relevan? Jawabannya adalah, “iya ada.”

Data yang dimaksud adalah Volkstelling 1930, Deel I Inheemsche Bevolking van West-Java (Jilid 1 yang hanya mencakup wilayah Jawa Baarat saja), yaitu data sensus penduduk yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1930. Sebenarnya, Stamford Raffles pernah pula melakukan sensus di Jawa pada saat ia menjabat sebagai Gubernur Jenderal di tahun 1815. Begitu pula pemerintah Hindia Belanda, yang melakukannya di tahun 1920. Namun, di antara ketiganya, data yang paling modern dan lengkap adalah data demografis penduduk yang telah dilaksanakan pada tahun 1930.

Sensus tersebut dilakukan oleh Departemen Pertanian, Industri dan Perdagangan Hindia Belanda (Departmenet van Landbouw, Nijverheid en Handel) dan diterbitkan pada tahun 1930 oleh Landsdrukkerij (semacam dinas penerbitan atau percetakan nasional pada masa kolonial) di Batavia (Jakarta sekarang).

Dalam laporan sensus jilid 1 yang berbicara tentang data demografi di Jawa Barat tersebut, diketahui bahwa pada tahun 1930 penduduk Kuningan telah berjumlah 383.580 orang. Sementara itu pada tahun 1920, yaitu sepuluh tahun sebelumnya, warga Kuningan hanya berada dalam angka 350.075 orang.

Jumlah itu tidak murni semuanya orang pribumi atau yang dianggap sebagai penduduk Sunda dan asli tanah Kuningan, tapi telah ditambahkan pula dengan penduduk yang oleh Belanda digolongkan sebagai orang kulit putih (Eropa), Tionghoa (Cina), dan orang Asia lain (seperti Arab dan India). Pada saat itu, penduduk asli Kuningan yang disebut oleh Belanda sebagai inlanders, hanya berjumlah sebanyak 377.936 orang.

Dalam cacah jiwa resmi pemerintah tersebut, wilayah afdeeling Kuningan dibagi menjadi empat distrik, yaitu Distrik Kuningan, Cilimus, Ciawigebang, dan Luragung. Keempat distrik itu dibagi lagi ke dalam satuan-satuan wilayah yang lebih kecil, yang oleh penguasa saat itu disebut sebagai onderdistricten.

Sub-sub distrik tersebut adalah Darma, Kadugede, Kuningan, dan Ciniru (di Distrik Kuningan); Jalaksana, Mandirancan, dan Cilimus (di Distrik Cilimus); Garawangi, Lebakwangi, Ciawigebang, dan Cidahu (di Distrik Ciawigebang); serta Luragung, Subang, Cibingbin, dan Ciwaru (di Distrik Luragung).

Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah jumlah penduduk Kuningan di masa penjajahan Belanda berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 1930.

Populasi Masyarakat Kuningan Tahun 1930
Sub-distrik
Distrik
Pribumi
Eropa
China
Asia Lain
Total
Darma
Kuningan
14.324
1
158
-
14.483
Kadugede
16.880
-
218
6
17.104
Kuningan,
53.115
124
913
171
54.323
Ciniru
19.909
-
9
-
19.918
Jalaksana
Cilimus
21.905
11
559
32
22.507
Mandirancan
28.902
-
33
30
28.965
Cilimus
29.036
153
520
233
29.942
Garawangi
Ciawigebang
23.736
-
107
8
23.851
Lebakwangi
29.828
1
587
5
30.421
Ciawigebang
38.028
13
595
12
38.648
Cidahu
22.649
7
640
29
23.325
Luragung
Luragung
30.004
-
452
7
30.463
Subang
15.611
-
-
-
15.611
Cibingbin
18.585
-
2
-
18.587
Ciwaru
15.424
-
8
-
15.432

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 komentar:

  1. Artikelnya mantap
    Sebagian Inohong kurang respek tentang angka dan data (kecuali angka rupiah, hehehehe)
    ini akan menjadi bahan untuk melihat perkembangan kependudukan di kabupaten Kuningan
    haturnuhun

    BalasHapus

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Berapa Jumlah Penduduk Kuningan di Masa Penjajahan Belanda? Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan