728x90 AdSpace

Update
29 Oktober 2016

SMK Samiudin Plus, Tumbuhkan Kecintaan Siswa pada Seni dan Budaya Bangsa



suarakuningan.com - Salah satu butir sumpah pemuda yang dideklarasikan 28 Oktober 1928 silam, ialah berikrar menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Sejak sumpah pemuda itu, Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa pemersatu di antara sejumlah bahasa yang ada di Indonesia.

Kemudian, dengan adanya sumpah pemuda, Oktober dan November dikenal dengan sebutan Bulan Bahasa. Selain upacara bendera di Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, sejumlah lembaga pendidikan riuh memeriahkan peringatan momentum tersebut.

Seperti dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Samiudin Plus Cipakem. Guna mengenalkan peristiwa sumpah pemuda sekaligus menanamkan kecintaan akan peristiwa itu kepada seluruh anak bangsa, SMK yang baru berdiri dua tahun itu menggelar peringatan bulan bahasa.

“Kegiatan ini mengusung tema bagaimana menciptakan generasi muda yang berbahasa dan bersastra. Karena itu, dalam kesempatan ini kami menggelar lomba cipta puisi, deklamasi puisi, dan dongeng Bahasa Indonesia bagi siswa SMP/MTs dan SD/MI,” kata Ipan Nurhakim salah satu guru di SMK tersebut, Sabtu (29/10).

Kemudian, lanjut Ipan, acara itu diisi juga dengan pameran lukisan. Puluhan lukisan hasil coretan tangan siswa dan siswi SMK digelar di lingkungan sekolah untuk diapresiasi oleh seluruh peserta lomba dan tamu undangan. Sementara, untuk memberikan tontonan dan hiburan, pihaknya juga menampilkan pertunjukan seni peran oleh siswa-siswinya yang aktif dalam kelompok Teater Kontras, sebagai salah satu teater yang ada di SMK Samiudin.

“Pementasan kali ini membawa lakon Junaedi dan Juntini. Kisah ini menceritakan sepasang kekasih yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga hubungannya. Ini tampil memerikan tontonan yang sangat menarik bagi peserta lomba, selain pameran lukisan,” katanya.

Selain dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Ipan berharap, kegiatan itu mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Baik civitas SMK Samiudin maupun peserta lomba, menurutnya, mampu menjunjung tinggi  Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan siap menjadi warga negara yang menghargai serta sadar akan ruang lingkup sejarah yang dirintis oleh para pahlawan.

“Setidaknya mampu mengapresiasi dan menggali minat bakat serta potensi yang mereka (peserta) miliki tentang bahasa dan sastra Indonesia. Semoga bisa menanamkan semangat sumpah pemuda sejak dini juga,” katanya.

Selain Ipan, Kepala Sekolah SMK Samiudin Plus, Usman Yusuf menerangkan, saat ini banyak oknum anak bangsa yang merusak Bahasa Indonesia. Di antaranya, tindakan-tindakan itu dilakukan dengan menggunakan bahasa sendiri (gaul-red) ketika mengisi kegiatan dan situasi formal. Hal itu, menurutnya, alih-alih mengapresiasi bahasa resmi milik bangsa, melainkan secara merusak dan mengabaikannya.

Karena itu, Usman menegaskan, selain fokus membina generasi muda yang ahli dibidang perkantoran dan computer sebagaimana program studi yang ada di sekolah itu, pihaknya juga serius membekali siswa-siswi dengan tiga hal lainnya. Mulai dari bidnag keagamaan memalui tradisi ngaji kitab kuning di pondok pesantren, apresiasi bahasa dan budaya melalui seni lukis dan teater, dan pembinaan bidang olahraga.

“Kami bekerjasama dengan pondok pesantren untuk merawat tadisi, kami buka kelas teater dan seni lukis, dan Insyaallah kami buka ekstrakulikuler voli sebagai olahraga rakyat yang paling diminati di wilayah kami,” kata Usman.(Rilis/Red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: SMK Samiudin Plus, Tumbuhkan Kecintaan Siswa pada Seni dan Budaya Bangsa Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan