728x90 AdSpace

Update
7 November 2016

Puisi: "Mereka"

Ku yakini dunia ini penuh dengan kepalsuan, sama halnya barang laknat itu.
Ku pikir juga mereka bodoh bukan kepalang, karena ketidaktahuan efek dahsyat merejam otak.
Terlihat seperti kenikmatan, padahal itu lebih beracun dari bisa ular.
Oh, Tuhan, kenapa kau menciptakannya? Tak guna dan di gemari bagi orang-orang yang suka berfantasi semu.
Di awali kegalauan identitas mereka, dan akhirnya terjun pasrah dalam naungan setan.
Haruskah mereka menyadari, ketika tangan mereka di borgol?
Ini lebih hina dari apa yang saya pikir. Maaf kawan, saat ini saya hanya sedang merindukan lentera-Nya.
Kenapa kalian masih bergumul dengan barang setan itu? Tidakkah kalian merindukan lentera-Nya juga? Oh, maafkan aku lagi, aku bukanlah makhluk sesuci apa yang kalian bayangkan.
Setidaknya, aku tidak bergaul dengan halusinasi dan berteman akrab dengan barang jalang itu.
Sumpah, aku tak ingin barang jalang itu.
Nista.

Dendy Fitriyandi
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Puisi: "Mereka" Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan