728x90 AdSpace

Update
23 April 2017

IKM dan UKM, Bagaimana Riwayatmu Kini ?

Kuningan, Jumat 21 April 2017

Sore ini, mumpung balik kampung ke Kuningan, saya dan teman janjian ketemu di Pandapa Paramarta, sebuah tempat asik untuk nongkrong dan melepas penat. Seperti biasanya Pandapa memang dijadikan tempat penyelenggaraan kegiatan baik yang dilakukan pemerintah, swasta maupun komunitas.

Sambil menikmati minuman dingin, saya mengamati di Pandapa, ada kegiatan yang digelar rupanya. Saya mencoba mendekat dan mencari tahu, kegiatan apa yang berlangsung. Ternyata ada hajat Gelar IKM yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan dengan tajuk Food and Fashion.

Saya merasa heran kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah sekelas sebuah dinas pada siang hari sudah terlihat sepi. Padahal konon pada jam 09.00 WIB pembukaan kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Bupati Kuningan.  Dari informasi yang saya terima, Bupati sempet meninjau beberapa stand yang ada.

Saya mengamati dengan penuh tanda tanya, koq acara atau kegiatan tersebut sepi pengunjung dan yang mencengangkan peserta / pelaku usaha juga enggan hadir berpartisipasi disana. Hipotesis yang saya dapatkan kegiatan “Sepi pengunjung dan Sepi Pelaku Usaha”. 

Hari berikutnya, sabtu, saya juga melintasi area pandapa, mencoba menemukan jawaban semoga hipotesis saya salah, dan kegiatan di pandapa menjadi ramai...

Ternyata tidak berbeda, hari kedua masih seperti hari pertama. SEPI... dan coba saya hitung hanya ada sekitar dua puluhan tenda yang terisi. Acara bertajuk food and fashion tidak menggelegar seperti namanya. Malah saya melihat ajang promosi tersebut keluar dari tujuan awal untuk mempromosikan produk unggulan industri kecil menengah dari Kabupaten Kuningan.  Beberapa stand jualan makanan dan minuman seperti layaknya warung/kedai dan beberapa stand digunakan untuk promosi mobil.  Heloww.... apakah ini food and fashion ???? mana promosi foodnya??? Mana promosi fashionnya????

Saya akan maklum, apabila kegiatan tersebut diprakarsai oleh komunitas semisal anak-anak SMA yang mencoba menyelenggarakan sebuah kegiatan bazar, pantas lah jikalau anak-anak tersebut belum bisa menggandeng pelaku usaha untuk ikut partisipasi. Tapi kalau dilakukan oleh sebuah dinas yang memiliki koordinasi dan jejaring yang luas, sangat sulit dapat diterima dengan akal sehat. Apalagi saya yakin, pelaku usaha yang mau berpartisipasi di sana tidak akan dipungut biaya.  Kenapa sudah gratis tetapi tidak ada yang mau memanfaatkannya???

Pertanyaan mendasar yang timbul dalam benak saya...  “Apakah pelaku usaha sudah tidak mau dipromosikan secara cuma-cuma oleh pemerintah, ataukah pelaku usaha merasa bahwa tidak ada manfaatnya berpartisipasi pada kegiatan tersebut???

Sangat disayangkan apabila jawaban dari pertanyaan di atas adalah pelaku usaha tidak mendapatkan manfaat dari promosi tersebut.  Bagaimana dapat timbul manfaat apabila promosi produk disebarkan ke masyarakat kuningan sendiri.  Promosi seyognya memperkenalkan produk ke luar agar permasaran menjadi luas. Bukan untuk mengenalkan ke masyarakat kuningan lagi, lagi dan lagi...... akan produknya sendiri.

Bagi penganut faham inovasi, jangan merasa bangga, sudah berinovasi cukup dengan membuat kegiatan bertajuk Food and Fashion yang diambil dari bahasa asing. Tapi dalam implementasinya tetap rutinitas, hanya gugur kewajiban.  Sangat-sangat disayangkan kegiatan yang menelan anggaran yang cukup besar (mungkin saja mencapai seratusan juta rupiah-coba saja dicek), hanya mengandalkan pada output terlaksananya kegiatan saja. Bagaimana dapat diukur benefit dan impactnya, apabila outcomenya saja tidak bisa diprediksi.

Dari pada tidak efisien, alangkah baiknya (hanya sekedar ide), anggaran yang serupa kegiatan ini digunakan untuk menyewa/membangun outlet untuk pemasaran produk.  Bukan hanya untuk menyewa tenda selama 3 hari pameran.  Coba bandingkan, dampak manfaat perputaran perkonomian dengan kegiatan Food and Fashion dibandingkan dengan Kegiatan Car Free Day.  Saya yakin akan sangat besar perputaran ekonomi di car free day.  Ke depan (saran saya) buat-lah Car Free Night untuk malam minggu nya sehingga lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk berusaha dan mengembangkan usaha.

Seharusnya IKM ataupun UKM kita maju, karena dibina oleh dua buah SKPD yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian; dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah.  Tapi kenyataannya tidak menunjukkan seperti yang diharapkan.  Dengan garapan yang beririsan, menjadikan target sasaran dua dinas ini menjadi tumpang tindih.  Sehingga boros dan tidak efisien.

Sudahkah dievaluasi siapa saja sasaran target garapan dari dua dinas ini, apakah sama ataukah berbeda? Coba iseng-iseng kita tanyakan pada saat kegiatan gelar IKM yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian dibandingkan dengan KUKM Expo yang diselengarakan oleh Dinas KUKM, siapa saja pesertanya?  Saya yakin pesertanya itu-itu saja.

Tidak dalam arti mencampuri urusan pemerintahan yang sudah menjadi ketetapan.  Saya pribadi setuju dengan DPRD Kabupaten Kuningan pada saat pembahasan kelembagaan organisasi perangkat daerah yang menggabungkan Dinas KUKM dengan Dinas Perindag menjadi satu SKPD saja. Dinas Perindag harus digabung dengan Dinas KUKM, alasannya sektor industri belum memberikan sumbangsih yang besar dalam penyusunan PDRB Kabupaten Kuningan. 

Industri yang ada di Kabupaten Kuningan berasal dari sektor UKM dan Kabupaten Kuningan bukan Kabupaten Industri seperti Kabupaten Bekasi yang sumbangsih PDRBnya 80% oleh sektor Industri. Struktur ekonomi menurut lapangan usaha yang ditopang oleh sub sektor industri pengolahan di Kabupaten Kuningan baru mencapai angka 2,33 persen (tahun 2015). 

Kemudian di struktur organisasi pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian ada Bidang Pasar yang nota benenya bidang itu hanya mengurusi pengelolaan 2 pasar daerah yaitu pasar baru dan pasar kepuh. Dengan justifikasi tersebut, apakah tidak lebih baik dua SKPD ini dimerger saja agar lebih efektif dan efisien. Sudah tidak efisien, penghamburan sumber daya, kerja tumpang tindih dan hasil pengembangan IKM maupun UKM nya tetap stagnan.

Moenirhakim
pemerhati amatir
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: IKM dan UKM, Bagaimana Riwayatmu Kini ? Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan