728x90 AdSpace

Update
25 September 2017

Babarit Desa Sagarahiang Dimeriahkan Atraksi Rudat Para Jawara Sepuh

suarakuningan.com – “Babarit” adalah salah satu ritual tahunan masyarakat adat suku sunda. Biasanya diadakan setahun sekali dalam rangka memanjatkan Puji Syukur kepada Tuhan YME atas kemakmuran dan kesejahteraan yang dilimpahkan kepada masyarakat. Babarit sendiri jika dilihat dari asal katanya adalah “babar” atau memiliki arti “kelahiran”. Sehingga pelaksanaannya disesuaikan dengan acara ulang tahun suatu daerah atau desa.

Setelah sebelumnya pemerintah Kabupaten Kuningan mengadakan acara Babarit di Pendopo Kuningan dalam rangka Hari Jadi ke 519 Kuningan,maka pada Minggu malam (24/9) acara yang sama yaitu Babarit Desa diadakan di Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Pada acara Babarit Desa Sagarahiang ini usia dari Desa Sagarahiang sendiri menginjak usia 645 tahun. Hal ini berarti keberadaan Desa Sagarahiang lebih tua dari Kuningan sendiri. 

Acara babarit diikuti oleh seluruh warga Desa Sagarahiang baik tua maupun muda, dari berbagai dusun mereka hadir untuk merayakan acara Babarit desa yang rutin diadakan setiap tahunnya pada bulan Sura menurut kalender jawa atau Muharam menurut kalender Hijriah. 

Pada acara kali ini dihadiri pula oleh beberapa tamu undangan diantaranya adalah Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Bupati Kuningan (yang diwakili oleh ASDA 2, H. Maman Hermasyah, MSi), Camat Darma, Didin dan beberapa komunitas-komunitas budaya.

Babarit Desa dimulai dengan acara pembukaan dan sambutan dari Kepala Desa Sagarahiang dan pembacaan sambutan tertulis Bupati Kuningan. setelah itu acara dilanjutkan dengan pementasan silat buhun, pada acara intinya adalah pembacaan sejarah Desa Sagarahiang, pembacaan Buyut-buyut dan karuhun desa dengan total ada 45 nama, pembacaan Kuwu / Kepala Desa yang pernah menjabat dari zaman dulu hingga saat ini, serta pembacaan amanah dari karuhun berupa kawih-kawih buhun.

Setelah pembacaan sejarah Desa selesai dibacakan oleh Juru pelihara situs, maka kawih-kawih buhun pun dikidungkan oleh juru kawih. Pada saat juru kawih mengkidungkan kawih buhun, setiap tamu undangan beserta para perangkat desa secara bergantian ikut ngibing bersama penari ronggeng yang ada.

Tak ketinggalan penampilan rudat dari para sepuh (orangtua) yang memukau dari  padepokan Indun Saputra Desa Sagarahiang.

Puncak acara dari kegiatan babarit adalah pemecahan kendi dan telur oleh Kepala desa sebagai bentuk membuang bala atau kesialan. Sehingga diharapkan setelah acara Babarit Desa ini maka Masyarakat Desa Sagarahiang semakin makmur, sejahtera serta hasil panennya pun melimpah.(Kang Dhani/red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Babarit Desa Sagarahiang Dimeriahkan Atraksi Rudat Para Jawara Sepuh Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan