728x90 AdSpace

Update
29 September 2017

Pagelaran Wayang Ajen Hari Jadi Kuningan, Diminati Segala Usia



suarakuningan.com –Salah satu pertunjukan yang sarat petuah dan menghibur adalah wayang. Pagelaran wayang sejak dulu menjadi hiburan yang diminati segala usia. Rangkaian kisah, dan kepiawaian dalang membawakan ratusan karakter wayang menjadi daya tarik hebat.

Kini, seiring jaman dan kemajuan teknologi, lahir generasi wayang ajen yang mulai dikenalkan wayang ajen. Pagelaran wayang mengkombinasikan teknologi multimedia, tata cahaya, tata suara dan tata panggung yang mengesankan.

Salahsatunya, Wayang Ajen Pesona Indonesia akan tampil pada rangkaian peringatan Hari Jadi ke519 Kab Kuningan di Lapangan Desa Cijemit Kuningan. Mindset tradisi budaya yang identik dengan frame pikiran yang kuno dan ketinggalan zaman disulap menjadi sumber inspirasi .

Alhasil, semua lapisan masyarakat betah menyaksikan wayang Ajen. Patron cerita Satria Dharma Sakti di panggung Pesona Indonesia, menurutnya penuh dengan sumber inspirasi.

Pariwisata merupakan salah satu sumber devisa negara selain sektor migas  yang sangat potensial. Sektor pariwisata di indonesia masih bisa untuk dikembangkan dengan lebih maksimal lagi. Pengembangan sektor pariwisata yang dilakukan dengan baik akan mampu menarik wisnus maupun wisman.

Kabupaten Kuningan sedang berbenah diri untuk menjadi salah satu tujuan wisata di Jawa Barat dan Nasional. Dengan terbukanya aksesibilitas wilayah dengan dibukanya akses tol cipali. rencana akses tol cisumdawu dan bandara internasional kertajati menjadi peluang emas bagi kab Kuningan.

Kabupaten kuningan saat ini konsen menyelenggarakan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Salah satu agenda unggulan dalam mendukung keinginan diatas adalah agenda tahunan peringatan hari jadi Kuningan.

Bukan rahasia lagi kalau eksistensi wayang semakin memudar, terutama di kalangan anak muda. Dua Mantan Ketua STSI Bandung, yakni Wawan S Gunawan dan Arthur S Nalan, menciptakan Wayang Ajen.

Kang Wawan memaparkan, “Konsep Wayang Ajen tidak lepas dari ruang dan waktu. 12 item struktur pertunjukan dari dalang sampai pemain musik dan penata artistik, semuanya mengikuti perkembangan zaman. Wayang Ajen dikonsep pada 1998, pertunjukan pertama digelar satu tahun setelahnya.”

Kata 'ajen' sendiri, kata Wawan, berasal dari bahasa Sunda yang berarti nilai atau makna. Ngajeni juga artinya menghargai, ada harga atau nilai jual. Tak hanya Semar, Gareng atau Petruk, tapi ada juga tokoh-tokoh nyata seperti Wali Songo dan Presiden Jokowi.

“Wayang Ajen tetap berdasar pada wayang golek. Namun dikolaborasikan dengan elemen-elemen kekinian termasuk musik . Wayang Ajen sampai saat ini telah tampil dan diapresiasi oleh 49 negara. Penghargaan yang diterima untuk Wayang Ajen pun banyak mulai dari Vietnam, Prancis, Singapura, Rusia, sampai Yunani,” ujar Wawan.

Menurut Wawan, Wayang Ajen memiliki perbedaan dengan Wayang Golek. Wayang Ajen memakai pendekatan multimedia teknologi. Alur verita dalam Wayang Ajen mengikuti perkembangan zaman. Ramayana, Mahabarata sebagai patron sebagai sumber inspirasi tapi lakon pesan moralnya yang penting. Wayang ini lebih banyak membahas issu yang aktual di masyarakat. Wayang Ajen berusaha mendekatkan wayang kepada masyarakat dan generasi muda.

Pertunjukan Wayang Ajen kerap membuat penonton terpukau karena pertunjukan dikolaborasikan dengan sajian multi media. Selain itu juga muncul tokoh-tokoh baru yang dikenal para penonton pemula yang sebagian besar mengisi ruang pertunjukan. Pada kali ini di Kuningan akan dimeriahkan juga oleh Pelawak Ade Batak & Jenong Sasagon. (Jon’s)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Pagelaran Wayang Ajen Hari Jadi Kuningan, Diminati Segala Usia Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan