728x90 AdSpace

Update
29 Oktober 2017

Musikalisasi Ciremai sekaligus Deklarasi RUANG RIUNG




suarakuningan.com - Musikalisasi Ciremai sekaligus Deklarasi RUANG RIUNG di Buper Ipukan Kabupaten Kuningan dibanjiri penonton, Minggu (29/10). Lebih dari 100 pasang mata menikmati alunan musik syahdu sambil merasakan kesejukan udara dan keindahan panorama alam. 

Penonton sangat dimanjakan 4 penampil terdiri dari grup band dan akustik, KLOPEDIAKUSTIK asal Kuningan, NISSANFORTZ AND THE JAMES BAND asal Bandung, GAMAICANSOUND dan GOD FORBIDDEN asal Kuningan. Sejak pukul 15 WIB, panggung ditata apik, dengan latar Gunung Ceremai yang hijau. 

Sejumlah booth juga menyediakan aneka karya-karya hasil dari tangan anak kreatif Kuningan, ada sablon, Perkopingopian Ciremai (gabungan kedai-kedai kopi di Kuningan),street market dan penjualan boxset album demo CD Vikri Rasta yang baru 1 minggu ke belakang baru mengeluarkan album pertamanya dengan single Album Sederhana.

Lahan dengan rumput yang hijau, sebagian membentangkan alas berupa karpet dan plastik. Mereka duduk bersimpuh sambil menikmati alunan musik akustik dari KLOPEDIAKUSTIK yang memukau, meski sempat terguyur hujan namun tidak mematahkan semangat, sekitar seratusan yang sebagian besar anak muda tetap tak beringsut.

Sore hari sekitar pukul 16.00 acara di isi dengan diskusi tentang "Kenapa pulang ke Kuningan dan Harapan" dengan moderator perempuan cantik Sinta Ridwan asal Kuningan yang sudah merilis karyanya melalui buku yang berjudul "Secangkir Bintang V1.7” dan “Berteman dengan Kematian".

Acara dihadiri beberapa narasumber dari berbagai komunitas dan pengamat ada Genjoy (Garp Gallery), Dery (DK), Abul (Rumah yang Yahud) dan Anto Toke (Klopediakustik) tercetuslah jawaban dari salah satu narasumber Anto Toke sebagai Musisi Lokal "Kata siapa Kuningan tidak bisa maju khususnya di bidang musik? Dan berharap agar seniman-seniman Kuningan bisa mendunia," cetus Anto Toke. 

Mereka menikmati setiap pertunjukan. Band asal Kuningan Klopediakustik, membuka pertunjukan. Band yang isi lirik menyuarakan lingkungan, sosial dan alam yang isunya akan mengeluarkan mini album.

Menampilkan empat lagu sekaligus, salah satunya lagu berjudul "Rain and Star" yang dijadikan backsound musik aksi live drawing Sautel Cago, seorang seniman mural asal Prancis.

Ada Gamaicansound yang bergenre reggae, Nisan bergenre jazz funky dan God Forbidden bergenre deathmetal. "Kami bermain satu dan itu sangat menarik, karena jadi salah satu bukti juga kalau kami tidak ada sekat kami semua sama kami Kuningan," ujar Dede salah satu gitaris God Forbidden.

Sebuah puisi karya Sinta Ridwan seorang penulis buku puisi yang berjudul "Secangkir Bintang" dijadikan sebuah lagu dan live spontanitas oleh kang Abul dan Anto Toke.

Penonton datang dari berbagai daerah, tak hanya dari Kuningan bahkan ada juga dari Cirebon, Majalengka, Bandung dan Bogor. Yanti salah satu penonton dan penikmat kopi Kuningan tertarik dengan musik folk karena lirik yang sarat nilai dan puitis. Musik mendayu penuh makna, tak hanya menyuarakan cinta tetapi juga kritik sosial, tentang alam dan menyuarakan lingkungan hidup.

"Ini moment terkeren, bisa berbagi pengalaman, cerita dan karya. Sudah saatnya Kuningan muncul dengan karyanya," ujar Deri penikmat seni. Opik musisi Cirebon dan Vikri Rasta salah satu artis stand up comedy.(red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Musikalisasi Ciremai sekaligus Deklarasi RUANG RIUNG Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan