728x90 AdSpace

Update
19 November 2017

Masih Ada ODGJ Dipasung di Kuningan



suarakuningan.com - Penanganan kasus gangguan jiwa di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kuningan masih belum optimal. Kebanyakan dari para penderita skizofrenia tersebut dibiarkan berkeliaran di jalan, di lingkungan masyarakat, bahkan ada yang diikat atau pun dipasung.

Hasil pendataan tim yang dibentuk melalui SK Bupati beberapa waktu lalu, Tim Pendataan menemukan banyak dhuafa, dan parahnya beberapa berkaitan dengan kondisi kesehatan. Ada yang sakit parah, jompo bahkan masih ditemukannya ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dalam keadaan dipasung.

Salah Satunya adalah Jani (37), anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Suhada (70) dan Tarsih (60) warga Dusun Puhun RT 05 RW 02 Desa Lengkong Kecamatan Garawangi diikat menggunakan rantai di sebuah gubung di tepi rumahnya.

Jani diduga mengidap gangguan kejiwaan sejak usianya mencapai kepala dua. Padahal semasa masih sehat dulu, Jani merupakan tulang punggung keluarganya yang mengais rejeki dengan membuka usaha warung kopi di daerah Plered, Cirebon.

Jani sudah 17 tahun mengalami Gangguan Jiwa, namun 4 tahun yang lalu mulai diikat menggunakan rantai. Alasan Utama dari pengikatan Jani adalah karena dia sering berontak, serta sering menghancurkan barang bahkan merusak rumah para tetangga juga tembok rumahnya sendiri dengan membenturkan tangan dan kepalanya.

Menurut informasi dari Tarsih sang ibu, meskipun kondisi Jani sudah mengkhawtirkan namun hingga kini pihak keluarga belum pernah menerima bantuan resmi ataupun perhatian baik dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

“Hanya dari Puskesmas saja dapat kiriman obat selama enam bulan waktu beberapa tahun lalu,” ucap Tarsih dengan sedih.

Menurut relawan JPU (Jaringan Pengaman Umat) yang berada dibawah Tim yang dibentuk SK Bupati, “Jika sudah sampai pada kondisi tersebut memang menjadi beban karena berbagai upaya yang akan dilakukan pun harus berbenturan dengan ekonomi. Maka sangat diharapkan adanya bantuan, terutama dari pemerintah selaku pihak yang memiliki kewajiban mengurus warganya.”

Sampai sekarang pun pihak keluarga masih tetap peduli dan hanya mampu memperhatikan Jani dengan rutin memberi makan dan minum dua kali sehari sambil berdo'a untuk kesembuhannya.(red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Masih Ada ODGJ Dipasung di Kuningan Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan