728x90 AdSpace

Update
12 Januari 2018

Aku Hadir Dalam Rindumu - AHDR (2)

Catatan Akhir Pekan "Aku Hadir Dalam Rindumu" merupakan tulisan bersambung.
Edisi sebelumnya Aku Hadir dalam Rindumu (1)

Oleh: Kang Iman (Dr. Iman Subasman (@imansubasman). Konsultan Evaluasi Pendidikan Islam)

suarakuningan.com - Lisan adalah alat komunikasi terbaik, atas lisan sebagian besar pesan sampai kepada orang lain. Cara menyampaikan pesan yang baik menjadi karakter manusia sekaligus kepribadian seseorang bahkan banyak ahli bahasa dan komunikasi dapat menilai kepribadian seseorang dari tutur lisannya, dari caranya mengekspesikan bahasa dan gestur yang dipautkan dengan lisannya.

Lisan menjadi cerminan hati dan pikiran seseorang, pergolakan pikiran dan hati akhirnya tertuangkan pada saat ia menyampaikannya melalui lisan. Jika pergulatan hati dan pikiran itu yang dimenangkan adalah kebaikan maka lisanpun akan berkata yang baik, santun, lembut dan jernih. Bagai air mengalir, jernihnya air di hilir menandakan muara hulu air yang jernih dan sebaliknya, lisan sebagai hilirnya dan hulunya adalah hasil dialog hati dan pikiran.

Namun sebaliknya jika yang keluar dari lisannya itu kotor maka itupun cerminan dari buah dialog pikiran dan hati. Pikiran yang kotor akan terus mempengaruhi hati agar tunduk pada pikiran kotornya dan hati yang kotor akan meminta persetujuan pikiran untuk membenarkannya dalam bentuk logika. Kadang tampak orang berkata baik namun niatnya jahat maka ia akan menampilkan kata-kata yang seakan baik dan logis , karena ia berasal dari hati yang kotor kemudian dibenarkan oleh pikirannya.

Fungsi kontrol dialog hati dan pikiran ada pada nilai yang tertanam pada nurani batinnya. Padaorang yang cerdas dialog hati-pikiran dan nurani melahirkan gagasan baik, bermakna dan penuh hikmah. Dan sebaliknya, orang yang bodoh selalu salah dalam mengambil sikap saat dialog hati-pikiran dan nuraninya. Lahir dari hal itu adalah kebodohan atas diri yang tak dapat memberikan fungsi nurani dalam dialog pikiran dan hatinya.

Renungkanlah, bagaimana Abu Al Qosim An Naisaburi terhadap orang yang dinilainya bodoh ia memberikan petunjuk nyata dan pegangan saat melihat lisan yang keluar dari orang tersebut ," Aku lihat setiap orang tahu aib orang lain, tapi buta pada aibnya sendiri, sangat tidak elok orang sangat jelas melihat keburukan orang lain namun tak dapat melihat keburukannya. Bagaimana mungkin aku bisa melihat aib orang lain sedangkan aibku pun sangat besar. Tidak ada yang tahu akan keburukan-keburukan orang lain kecuali orang bodoh".***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Aku Hadir Dalam Rindumu - AHDR (2) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan