728x90 AdSpace

Update
24 Maret 2018

Puisi: Doa Kekasihku Menjelang Kematiannya


   banyak malam yang gugur dalam pelukan kita
setiap waktu, tanpa penghalang
            : demikian, malam-malam itu telah
utuh menjadi saksi cinta yang melepas sauh di pesisir peredam gemuruh

kau ajak aku berjumpa Bastet di sebuah kuil
bernama Bubastis
sedang kau sujud, memohon limpahan anugerah dan perlindungan
dari ragam kemungkinan cinta yang bisa saja memilukan

“kenapa kau tidak mau bersujud?” tanyamu
setidaknya aku telah berdoa
            ia bukan dewiku
tapi kau dewiku, bukan?

bulu-bulu yang lindungi kepalamu, juga tanganmu
terembus angin yang berziarah dari jiwa ke jiwa
sedang tak mampu sedikit kurasa
            barangkali karena aku tak lakukan yang kau lakukan
tapi kau tersenyum seraya terima

wilayah ini benar tak kenaliku, seperti ia kenalimu
aku memang harus bergegas menuju ke sebuah wilayah
yang barangkali adalah tempatku

kau masih dengan khusyuk bersujud, entah menambah doa apa
            tapi sedikit aku paham, dari riak auramu
kau minta menjadi manusia, agar mampu terus bersama
denganku -- manusia


           
Candrika Adhiyasa, 2018

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Puisi: Doa Kekasihku Menjelang Kematiannya Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan