728x90 AdSpace

Update
29 Maret 2018

Puisi: Terlahir dan Berakhir



Jiwa ini seperih ruh yang mengabadikan nyawa pada satuan partikel bernama senyawa

Terlihat nadi bersenandung pada detak yang menjadi melodi,

Hidungmu bernafas dengan penuh dzikir pada kholiq yang tak pernah kikir,

Jantungmu mengabdi pada waktu yang akan berakhir untukknya agar terlahir lalu berakhir,

Masih sempat hatimu berdzikir dengan seribu kuadrat pada sisi dimana kau bersyukur dan mengadu?

Hidupnya fana dalam bundaran besar berwarna biru yang kau sebut bumi yang buntu,

Syukurmu kurang dari nikmat yang kholiq berikan, tangan mengadah dosa bertambah dan kau harus tabah dengan permohonanmu yang kadang gegabah.

280318
aysfatimah

Ai siti fatimah adalah mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STIS-HK)  dan aktif di sejumlah komunitas sastra dan kepenulisan seperti di pojok sastra Indonesia
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Puisi: Terlahir dan Berakhir Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan